<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dwi Aris Blog</title>
	<atom:link href="http://dwiaris.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dwiaris.web.id</link>
	<description>tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu dan cinta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 12:47:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kesetiaan</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/kesetiaan.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/kesetiaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Engkau yang dalam cintamu, merasa seperti berusaha menangkap asap dan menegakkan benang basah, dengarlah ini … Cinta adalah madu kehidupan, yang cepat berubah menjadi racun jika tercampur dengan ketidak-setiaan. Tidak akan kau capai kedamaian dalam cintamu, jika satu saja darimu &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/kesetiaan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau yang dalam cintamu, merasa seperti berusaha menangkap asap dan menegakkan benang basah, dengarlah ini …</p>
<p>Cinta adalah madu kehidupan, yang cepat berubah menjadi racun jika tercampur dengan ketidak-setiaan.</p>
<p>Tidak akan kau capai kedamaian dalam cintamu, jika satu saja darimu tidak berlaku setia kepada yang lain.</p>
<p>Cinta mengharuskan kesetiaan.</p>
<p>Dan,</p>
<p>Kesetiaan membutuhkan cinta.</p>
<p>Sehingga sesungguhnya, </p>
<p>Orang yang tidak setia, tidak akan mampu mencintai.</p>
<p>Dan apakah engkau sedang memaksa orang yang tidak mampu setia, untuk mencintaimu?</p>
<p>Janganlah kau sia-siakan keranuman hidupmu dengan menelangsakan hatimu dalam harapan yang sia-sia.</p>
<p>Perhatikanlah keindahan hati dan dirimu, karena itulah yang dijadikan oleh Tuhan sebagai penentu keindahan jiwa yang akan ditemukanNya denganmu.</p>
<p>Dan mudah-mudahan engkau tak harus menanti terlalu lama.</p>
<p>Aamiin … wahai Tuhan kami Yang Maha Cinta.</p>
<p>Source : MTSC</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/kesetiaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pribadi yang Mesra Kepada Keluarga</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/menjadi-pribadi-yang-mesra-kepada-keluarga.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/menjadi-pribadi-yang-mesra-kepada-keluarga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 12:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[MENJADI PRIBADI YANG LEBIH MESRA KEPADA KELUARGA Sahabat saya yang baik hatinya, “Kemesraan adalah bukti kasih sayang dan kesediaan untuk menjadi pribadi indah yang membahagiakan keluarga.” Tidak sedikit orang yang (dulu) jatuh cinta, mabuk kepayang ingin menyatukan jiwa dan raga &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/menjadi-pribadi-yang-mesra-kepada-keluarga.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div data-ft="{&quot;type&quot;:2}">MENJADI PRIBADI YANG LEBIH MESRA KEPADA KELUARGA</div>
<div id="id_4ef1d474d797d5e08161866">Sahabat saya yang baik hatinya,</p>
<p>“Kemesraan adalah bukti kasih sayang dan kesediaan untuk menjadi pribadi indah yang membahagiakan keluarga.”</p>
<p>Tidak sedikit orang yang (dulu) jatuh cinta, mabuk kepayang ingin menyatukan jiwa dan raga dalam pernikahan, saling berjanji untuk saling mengasihi dan membahagiakan satu sama lain, untuk kemudian MELUPAKAN keindahan cinta mereka dan mulai hanyut menjauh dan dingin kepada satu sama lain.</p>
<p>Banyak dari kita tidak sadar, bahwa janji pernikahan kita itu dulu kita kaitkan dengan doa dan harapan bagi kebaikan hidup.</p>
<p>Jika kita tidak memuliakan pernikahan, apakah kita tetap memberikan penghormatan yang sama kepada doa dan harapan kita dulu?</p>
<p>Dan apakah kita tidak merasa jengah meminta Tuhan memenuhi doa dan harapan dari dua jiwa yang saling bosan dan tersiksa dalam kebersamaannya?</p>
<p>Sesungguhnya, apakah ada kebahagiaan yang sejati di luar keluarga?</p>
<p>Pikirkanlah lagi dengan lebih teliti, apakah ada yang lebih penting daripada keluarga?</p>
<p>Sahabat saya yang baik hatinya,</p>
<p>“Cara terdekat untuk memperbaiki rezeki adalah memperbaiki kasih sayang di dalam keluarga.”</p>
<p>Karena,</p>
<p>Keluarga adalah anugerah yang indah dan sangat bernilai.</p>
<p>Tidak percaya?</p>
<p>Tanyakanlah itu kepada jutaan jiwa baik yang hari ini merindukan belahan jiwa, atau yang merindukan pernikahan, atau yang sedang merindukan keturunan yang belum kunjung hadir dalam pernikahan mereka.</p>
<p>Dan oh! &#8230; mohon tanyakan juga kepada anak-anak yang ditelantarkan dan dinistai oleh orangtua yang kejam dan pembenci.</p>
<p>Sahabat saya yang kebaikan hidupnya sejajar dengan kebaikan hatinya,</p>
<p>Marilah kita memohon pendampingan Tuhan, agar kita selalu dipelihara dalam perasaan cinta dan kasih kepada pasangan hidup, dalam rasa sayang yang lembut kepada anak-anak, dalam rasa hormat yang memuliakan orang tua.</p>
<p>Tuhan, jadikanlah kami pribadi dan keluarga yang meneladankan kebaikan, yang Kau pelihara dalam rezeki dan penghormatan yang baik.</p>
<p>Aamiin</p></div>
<div>source : MTFB</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/keluarga-bahagia/menjadi-pribadi-yang-mesra-kepada-keluarga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisi &#8211; Kisi UN Tahun 2012 SD, SMP, SMA dan SMK</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/pendidikan/kisi-kisi-tahun-2012-sd-smp-sma-dan-smk.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/pendidikan/kisi-kisi-tahun-2012-sd-smp-sma-dan-smk.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 01:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[UN sebentar lagi 2012 sebentar lagi, yang perlu di persiapkan tentunya adalah penguasaan materi pelajaran, agar siswa dapat belajar sesuai dengan apa yang di UNkan. Lalau di UN 2012 ini adakah yang berubah? silahkan cek informasi berikut ini agar anda &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/pendidikan/kisi-kisi-tahun-2012-sd-smp-sma-dan-smk.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>UN sebentar lagi 2012 sebentar lagi, yang perlu di persiapkan tentunya adalah penguasaan materi pelajaran, agar siswa dapat belajar sesuai dengan apa yang di UNkan.</p>
<p>Lalau di UN 2012 ini adakah yang berubah? silahkan cek informasi berikut ini agar anda lebih paham dan lebih siap menghadapi UN 2011/2012&#8230;</p>
<ol>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/Permen-No-59-tahun-2011-ttg-UN.pdf" target="_blank">Permendikbud No 59 tahun 2011</a></li>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/POS-UN-SD_MI-2011-2012.pdf" target="_blank">POS UN SD_MI</a></li>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/POS-UN-SMP-SMA-SMK-2012.pdf" target="_blank">POS UN SMP SMA SMK</a></li>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/SK-BSNP-tentang-Kisi-kisi.pdf" target="_blank">SK BSNP tentang Kisi-kisi dan kisi-kisi</a></li>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/Tanya-jawab-UN-20121.pdf" target="_blank">Tanya-jawab-UN-2012</a></li>
<li><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/12/Presentasi-SosialiasiUN-2012.pdf" target="_blank">Presentasi-Sosialiasi UN Tahun Pelajaran 2011/2012</a></li>
</ol>
<div>Selamat menikmati, Maju terus Pendidikan Indonesia</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/pendidikan/kisi-kisi-tahun-2012-sd-smp-sma-dan-smk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shio Kerbau</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/budaya/shio-kerbau.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/budaya/shio-kerbau.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 13:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Kuat, Berwibawa, dan Text Book A. Karakter dan Sifat Dasar Pribadi Shio Kerbau ibarat text book, yaitu sangat mudah ditebak. Atas dasar itu, Shio Kerbau sering dikatakan “kurang imajinatif”. Shio Kerbau adalah gambaran kekokohan, stabilitas, konsistensi, konvensional, patuh pada aturan, &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/budaya/shio-kerbau.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kuat, Berwibawa, dan Text Book</p></blockquote>
<p style="text-align: left;"><strong>A. Karakter dan Sifat Dasar</strong><br />
Pribadi Shio Kerbau ibarat text book, yaitu sangat mudah ditebak. Atas dasar itu, Shio Kerbau sering dikatakan “kurang imajinatif”. Shio Kerbau adalah gambaran kekokohan, stabilitas, konsistensi, konvensional, patuh pada aturan, dan mapan. Shio Kerbau jujur tanpa pamrih, rajin, dan tenang seakan tanpa ekspresi menghadapi semua hal. Gerakannya lamban, tetapi bertenaga.</p>
<p style="text-align: left;">Shio Kerbau berwawasan luas dan bisa menjadi seorang pendengar yang baik, tetapi sulit mengubah pendapatnya. Shio Kerbau terkesan sangat keras kepala dan cenderung berprasangka buruk. Shio Kerbau memahami segala kewajibannya dan percaya bahwa hanya dengan bekerja keras ia akan mencapai sebuah kesuksesan. Ia tidak percaya bahwa kesulitan bisa terurai hanya dengan menunggu nasih baik. Namun, hanya dengan tindakan nyata yang mampu mengubah keadaan, bukan nasib.</p>
<p>Sekali mengucapkan janji, Shio Kerbau pantang mengingkarinya. Opini publik tak banyak berarti baginya. Ia akan mengerjakan tugas yang sedang digarapnya dengan sepenuh hati sampai tuntas. Ia memiliki kesabaran yang tinggi, pekerja keras, dan tidak pernah bosan dengan rutinitas yang menjemukan.<br />
Penampilannya rapi dan bersahaja, akalnya tajam, dan keras hati. Kecerdasan dan kecakapannya tersembunyi di balik penampilannya yang dingin dan pendiam. Sebenarnya, pemilik Shio Kerbau adalah orang yang introvert (berpikir ke dalam dirinya), tetapi mampu menjadi pembicara yang fasih dan bernada memerintah. Rasa percaya dirinya yang tinggi mampu membuatnya berjalan dengan kepala tegak. Karakternya cocok sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, tetapi tidak cocok berhubungan dengan orang banyak. Ia mampu menyusun urutan prioritas secara jelas, mana prioritas penting dan mana prioritas berikutnya. Ia terbiasa mengerjakan hal yang penting terlebih dahulu daripada hal tambahan. Dan, ia selalu patuh pada prinsip priorias yang telah ditetapkannya. Ia menerapkan pemikiran berdasarkan logika, tetap cermat, dan teliti walaupun terganggu dengan urusan lainnya. Ia tidak mengenal adanya inovasi atau manuver dalam hal pekerjaan. Keluhuran budi dan moralnya yang tinggi akan mencegahnya untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Hal inilah yang bisa dianggap sebagai kekuatan, sekaligus kelemahan pemilik Shio Kerbau. Ia selalu menuntut kesempurnaan dan tidak ada kata toleransi sekalipun kepada orang-orang terdekatnya. Ibarat “mencari tulang di dalam telur”, Shio Kerbau selalu terpancing untuk mencari kesalahan orang lain.<br />
Ketika kepentok dengan urusan asmara, seringkali Shio Kerbau akan menjadi gagu. Ia sangat tidak paham dengan rayuan cinta yang mendayu-dayu perlu ada upaya keras untuk membangkitkan rasa romantisme pada diri Shio Kerbau. Butuh waktu baginya untuk mengembangkan hubungan yang intim atau mengungkapkan perasaan kepada orang yang dicitainya. Namun, rasa cinta atau benci akan tergambar jelas dari sorot matanya yang tajam. Shio Kerbau yang cenderung tradisional membutuhkan waktu yang lama untuk membina hubungan yang serius. Laki-laki Shio Kerbau adalah tipe petarung atau ksatria sejati, tetapi sekejap akan menjadi gagu dan (maaf) tampang bego ketika akan menyatakan perasaannya kepada kekasihnya. Shio Kerbau bukan tipe pacar ideal, tetapi sangat cocok menjadi suami idaman yang setia dan penuh tanggung jawab.<br />
Ia tidak bisa menyembunyikan rasa tidak suka kepada seseorang. Baginya, “Tidak suka, ya tidak suka!”. Meski demikian, apabila orang yang tidak disukainya mengalami kesulitan (apalagi temannya sendiri), secara spontan ia akan menjadi orang pertama yang akan menolongnya. Walaupun ia mengetahui bahwa orang yang akan ditolongnya itu tidak akan pernah menghargai bantuannya.<br />
Lagak-laguk Shio Kerbau seperti pepatah “alon-alon asal kelakon”. Reaksinya sangat pelan, bahkan terkesan lamban. Ekspresinya yang dingin melahirkan kesan misterius. Padahal hatinya semurni emas. Kalau amarah Shio Kerbau memuncak, tidak ada satu pun orang yang bisa mendekatinya, sekalipun kekasihnya. Ia sosok yang tidak mudah dibujuk dan pikirannya cenderung sempit (picik). Sifatnya kurang taktis dan terlalu militan. Dalam situasi sulit sekalipun, Shio Kerbau enggan meminta bantuan kepada orang lain.<br />
Shio Kerbau yang lahir pada siang hari akan lebih agresif dan aktif dibandingkan Shio Kerbau yang lahir pada malam hari. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 23.00-01.00 cenderung berperasaan halus, lebih supel, komunikatif, tidak pelit (tetapi selalu perhitungan pada pengeluarannya), tidak mudah melupakan rasa kecewanya, dan agak pendendam. Shio Kerbau yang dilahirkan antara 01.00-03.00 memiliki sifat yang sangat disiplin. Siapa saja yang melanggar aturan “satu inci saja”, ia akan segera memperingatkan. Selain itu, ia memiliki kontrol diri dan dedikasi yang sangat tinggi. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 03.00-05.00 cenderung lincah dan tegas, tetapi agak berangasan. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 05.00-07.00 cenderung teguh pendirian, konsisten, diplomatis, dan bijak. Selain itu, ia memiliki perasaan yang halus, suka mengumpulkan benda seni atau barang antik, dan sangat membenci pekerjaan yang melelahkan. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 07.00-09.00 cenderung memiliki potensi besar untuk mencapai segala ambisinya. Sayangnya, ia kurang fleksibel dan agak menentang aturan.</p>
<p>Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 09.00-11.00 relatif agak misterius, sulit dinasihati, suka menyendiri, dan sifatnya agak licik. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 11.00-13.00 cenderung periang, penuh gaya, suka dugem, dan gila pesta. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 13.00-15.00 cenderung memiliki hati yang lemah lembut, toleran, mau menerima pendapat orang lain, menyukai hal-hal artistik, berjiwa bisnis, dan mampu memanfaatkan bakatnya secara tepat. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 15.00-17.00 cenderung cerdik, jenaka, dan kurang serius menjalani hidup. Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 17.00-19.00 cenderung dinamis, bertanggung jawab, lebih memilih jalan diplomasi daripada konfrontasi, dan memiliki perangai campuran antara seorang tentara dan pendeta.</p>
<p>Shio Kerbau yang dilahirkan antara pukul 19.00-21.00 cenderung moralis sejati yang membosankan, mau mendengarkan pendapat orang lain, dan tidak suka berprasangka buruk. Shio Kerbau yang dilahirkan antara 21.00-23.00 tergolong orang yang penuh kasih sayang dan giat bekerja, tetapi suka menuntut dan cenderung konservatif.</p>
<p><strong>B. Teori Dasar Lima Unsur Shio Kerbau</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Berdasarkan teori lima unsur, terdapat lima macam Shio Kerbau, yaitu Shio Kerbau Logam, Kerbau Kayu, Kerbau Air, Kerbau Api, dan Kerbau Tanah.<br />
<strong>a. Shio Kerbau Logam</strong><br />
Shio Kerbau Logam seringkali punya kemauan yang bertentangan dengan orang banyak. Ia mengekspresikan perasaannya dengan jelas, tegas, penuh keyakinan, dan tidak pernah ragu pada sesuatu hal yang diinginkannya. Ia berpegang teguh pada pendapatnya, apa pun risikonya. Pembawaannya memang kurang mesra dan relatif pendiam, tetapi ia termasuk orang yang intelek, suka musik, dan seni klasik. Ia cenderung memaksakan keinginannya. Ia dapat menjadi seorang yang sangat fanatik pada sebuah aturan. Sikapnya yang keras dan angkuh membuatnya tidak kenal dengan kata ‘Gagal’. Stamina tubuhnya pun sangat mengagumkan. Ia sanggup mengerjakan sesuatu hal sampai ‘siang-malam’ asalkan pekerjaan tersebut selesai tepat waktu. Ia pun tergolong pendendam ketika keinginannya tidak terpenuhi atau ada seseorang yang merintangi hidupnya.</p>
<p><strong>b. Shio Kerbau Air</strong><br />
Shio Kerbau Air cenderung bersifat realistis daripada idealis. Ia tergolong orang yang penyabar, praktis, dan efisien, tetapi sangat berambisi mendapatkan keinginannya. Ia memiliki ketajaman dalam menilai atau menempatkan segala sesuatu pada proporsinya. Shio Kerbau Air sangat menghargai waktu. Ia juga memiliki sikap yang lebih luwes dan terbuka dibandingkan dengan Shio Kerbau unsur lainnya. Meski tidak menyetujui sebuah metode baru, ia tidak keberatan untuk mengikuti atau sekadar mencoba metode tersebut. Ia bisa bekerja sama tanpa kesulitan, asalkan rekan kerjanya tidak terlalu banyak menuntut. Ia mampu memusatkan perhatian lebih dari satu tujuan sekaligus. Shio Kerbau Air termasuk pribadi yang sabar, tenang, dan berkemauan keras.</p>
<p><strong>c. Shio Kerbau Kayu</strong><br />
Shio Kerbau Kayu cenderung fleksibel dan tepo seliro. Reaksinya lebih cepat dibandingkan Shio Kerbau unsur lainnya. Ia bisa sopan dalam pergaulan dan segala kondisi. Ia sosok yang menjunjung tinggi keadilan dan sangat objektif menilai sesuatu. Meski terlihat luwes, mau menerima pandangan baru, dan progresif, tetapi sebenarnya seorang yang berpikiran konservatif sehingga ia pun rela mengalah demi sebuah kebersamaan.</p>
<p><strong>d. Shio Kerbau Api</strong><br />
Shio Kerbau Api sangat mudah dibakar rasa amarah. Ia sangat bernafsu meraih kekuasaan dan kemasyuran. Ia memiliki kontrol diri yang hebat, tetapi cenderung temperamental. Ia lebih kuat dan angkuh dibandingkan Shio Kerbau unsur lainnya, kecuali Shio Kerbau Logam. Ia cukup materialistis, superior, dan cenderung meremehkan orang lain. Ia termasuk sosok yang objektif, terus-terang, dan bicara blak-blakan, tetapi bisa bersikap sangat kasar kepada orang yang menentangnya. Unsur Api di dalam dirinya dapat mengubahnya menjadi seorang militan. Ia cenderung terlalu tinggi menilai kemampuannya dan acap kali tidak sabaran. Kadang-kadang, ia tak mau bertenggang rasa terhadap orang lain walaupun sebenarnya ia termasuk orang yang jujur, adil, dan tak suka mengambil keuntungan dari orang lain. Ia bisa menjadi orang yang sangat protektif, terutama untuk sesuatu yang dicintainya.</p>
<p><strong>e. Shio Kerbau Tanah</strong><br />
Shio Kerbau Tanah cenderung tahan banting dan memiliki rasa kesetiaan yang tinggi, tetapi kurang kreatif dibandingkan dengan Shio Kerbau unsur lainnya. Ia tahu batas kemampuannya dan menyadari kekurangannya. Ia termasuk orang yang praktis, giat, dan bersedia melakukan apa pun saja untuk mencapai kesuksesan. Ia lebih menyukai usaha praktis dan bermutu. Ia mencari ketentraman dan kemapanan dalam hidup sehingga membuatnya tidak segan-segan untuk giat bekerja. Ia sanggup memperlihatkan kasih sayangnya yang tulus, setia, dan terus terikat pada seseorang yang dicintainnya. Dan, itu hampir serupa dengan rasa kesetiaannya dalam memegang prinsip hidupnya. Ia tergolong individu yang tabah dan sanggup menanggung penderitaan tanpa rasa mengeluh. Reaksi Shio Kerbau Tanah relatif lebih lamban dibandingkan Shio Kerbau unsur lainnya, tetapi justru ia yang paling mantap di antara Shio Kerbau unsur lainnya.</p>
<p style="text-align: right;"><em>source : http://magicalsoul.wordpress.com/shio-kerbau/</em></p>
<div lang="id" dir="ltr">
<h2>Tahun-tahun shio kerbau</h2>
<table>
<tbody>
<tr>
<th>Dimulai</th>
<th>Berakhir</th>
<th>Jenis Unsur</th>
</tr>
<tr>
<td>19 Februari 1901</td>
<td><a title="7 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Februari">7 Februari</a> 1902</td>
<td>Besi</td>
</tr>
<tr>
<td>6 Februari 1913</td>
<td>25 Januari 1914</td>
<td>Air</td>
</tr>
<tr>
<td>25 Januari 1925</td>
<td>12 Februari 1926</td>
<td>Kayu</td>
</tr>
<tr>
<td>11 Februari 1937</td>
<td>30 Januari 1938</td>
<td>Api</td>
</tr>
<tr>
<td>29 Januari 1949</td>
<td>16 Februari 1950</td>
<td>Tanah</td>
</tr>
<tr>
<td>15 Februari 1961</td>
<td>4 Februari 1962</td>
<td>Besi</td>
</tr>
<tr>
<td>3 Februari 1973</td>
<td>22 Januari 1974</td>
<td>Air</td>
</tr>
<tr>
<td>20 Februari 1985</td>
<td>8 Februari 1986</td>
<td>Kayu</td>
</tr>
<tr>
<td>7 Februari 1997</td>
<td>27 Januari 1998</td>
<td>Api</td>
</tr>
<tr>
<td>26 Januari 2009</td>
<td>13 Februari 2010</td>
<td>Tanah</td>
</tr>
<tr>
<td>2021</td>
<td>2022</td>
<td>Besi</td>
</tr>
<tr>
<td>2033</td>
<td>2034</td>
<td>Air</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="text-align: right;" lang="id" dir="ltr"><em>source : http://id.wikipedia.org/wiki/Kerbau_(shio)</em></div>
<p style="text-align: right;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/budaya/shio-kerbau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keunikan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/itinki/keunikan-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/itinki/keunikan-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 05:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[itinki]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keunikan Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah keunikan Bahasa Indonesia 1. Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia. “Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/itinki/keunikan-bahasa-indonesia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah keunikan Bahasa Indonesia</p>
<p><strong>1. Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam</strong></p>
<p>Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia.</p>
<p>“Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,” kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat.</p>
<p>Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis.</p>
<p>Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.</p>
<p>Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.</p>
<p>“Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat,” kata Irdamis.</p>
<p>Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan.<br />
<strong><br />
<strong>2. Bahasa Indonesia dipelajari lebih dari 45 Negara di dunia</strong></strong></p>
<p>Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .</p>
<p>Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.</p>
<p>“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses di mana saja dan kapan saja.</p>
<p>Di samping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya, seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan. Sedangkan bagi Indonesia untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang andal.</p>
<p>Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional, maupun global.</p>
<p>Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.</p>
<p>Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lo kal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah . Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.</p>
<p><strong>3. Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia dan Terbesar Ketiga di Asia</strong></p>
<p>Menulis ensiklopedia bebas di internet semakin digemari masyarakat Indonesia. Bahkan ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Wikipedia Indonesia, telah menjadi ensiklopedia elektronik terbesar ketiga setelah Wikipedia berbahasa Jepang dan Mandarin.</p>
<p>“Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin,” ujar Ivan Lanin, penggiat jumlah bertambahnya jumlah, di Jakarta, Selasa.</p>
<p>Menurut Ivan, yang sehari-hari bekerja sebagai dosen Information Communication Technology (ICT), Wikipedia Indonesia terus tumbuh pesat. “Kontributor semakin bertambah, demikian juga dengan artikelnya. Isinya juga semakin variatif,” katanya.</p>
<p>Tingginya gairah penggiat ensiklopedia bebas itu juga tercermin dalam lokakarya “Menulis di Wikipedia Indonesia” yang digelar dalam rangkaian acara Indonesia Information Communication Technology (Indonesia ICT Awards) 2007 di Balai Sidang Jakarta.</p>
<p>“Tingginya peminat lokakarya ini, membuktikan semakin banyak orang yang tertarik untuk membagi pengetahuannya di Wikipedia,” ujar salah satu pengurus “Wikipedia Indonesia”, Revo A.G Soekatno di Jakarta, Selasa.</p>
<p>Pria yang aktif di Wikipedia Indonesia sejak 2003 ini mengungkapkan pada hari pertama jumlah peserta mencapai lebih dari 40 orang sementara jumlah komputer yang disediakan untuk pelatihan sangat terbatas. Setiap orang berhak menjadi peserta tanpa dipungut biaya dan mendapatkan suvenir dari panitia.</p>
<p>“Jumlah yang mendaftar jauh lebih banyak lagi, tapi karena keterbatasan tempat dan perangkat komputer untuk pelatihan, maka pesertanya kami batasi. Bahkan ada banyak peserta yang tidak mendapat komputer pelatihan tetap menyatakan ikut serta,” ujar pria yang kini tengah menyelesaikan studi S-3 di Belanda ini.</p>
<p>Dalam pelatihan itu peserta belajar bagaimana menulis, menyunting, atau menambahkan informasi.</p>
<p>Revo mengatakan ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia kini memiliki 69 ribu artikel dengan kontributor aktif sebanyak 30 orang. Termasuk di dalamnya adalah jajaran para pengurus sebanyak 14 orang.</p>
<p>Meski mengalami perkembangan yang cukup pesat, ensiklopedia bebas ini beberapa kali bermasalah dalam hal informasi yang dituliskan kontributor. Yakni data dan fakta yang kurang akurat dan adanya konflik antarkontributor karena adanya pebedaan data dna pengertian. Isu tentang politik, agama, dan ekonomi adalah yang seringkali bermasalah dalam hal akurasi informasi.</p>
<p>“Tantangan Wikipedia Indonesia kedepan adalah bagaimana meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik sebab informasi di Wikipedia Indonesia terus diperbarui setiap saat,” ujar Revo.(*)</p>
<p><strong>4. Bahasa Indonesia bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada wordpress </strong></p>
<p>…fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting-posting WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.</p>
<p>http://wilayahindonesia.blogdetik.com/2010/11/13/keunikan-bahasa-indonesia/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/itinki/keunikan-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/itinki/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/itinki/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 05:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[itinki]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bahasa indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[1. Sumber Bahasa Indonesia Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia tidak lepas dari Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi juga &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/itinki/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Sumber Bahasa Indonesia</strong></p>
<p>Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia tidak lepas dari Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi juga digunakan hampir diseluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan di indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Melayu. Dan pasa saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai :</p>
<ol>
<li>Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan satra</li>
<li>Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia</li>
<li>Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.</li>
<li>Bahasa resmi kerajaan.</li>
</ol>
<p>Jadi jelashlah bahwa bahasa indonesia sumbernya adalah bahasa melayu.</p>
<p><strong>2. Peresmian Nama Bahasa Indonesia</strong></p>
<p>Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.</p>
<p>Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa Indonesia resmi di akui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “<em>Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia</em>.”  Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia.</p>
<p><strong>3 Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia.</strong></p>
<p>Ada empat faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahasa melayu sudah merupakan <em>lingua franca</em> di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdangangan.</li>
<li>Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).</li>
<li>Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional</li>
<li>Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.</li>
</ol>
<p><strong>4 Peristiwa-Peristiwa Penting Yang Berkaitan Dengan Bahasa Indonesia.</strong></p>
<p>Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab Logat Melayu.</li>
<li>Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.</li>
<li>Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad (dewan rakyat), seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.</li>
<li>Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan.</li>
<li>Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.</li>
<li>Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.</li>
<li>Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.</li>
<li>Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.</li>
<li>Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.</li>
<li>Tanggal 28 Oktober – 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.</li>
<li>Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.</li>
<li>Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).</li>
<li>Tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.</li>
<li>Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.</li>
<li>Tanggal 28 Oktober – 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.</li>
<li>Tanggal 28 Oktober – 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.</li>
<li>Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.</li>
</ol>
<p><strong>5 Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia</strong><strong></strong></p>
<p><strong>5.1 Kedudukan Bahasa Indoensia</strong></p>
<p>Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang sangat penting yaitu :</p>
<ol>
<li>Sebagai Bahasa Nasional, Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga  Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi <em>Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. </em>Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah.</li>
<li>Sebagai Bahasa Negara, Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal 36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.</li>
</ol>
<p><strong>5.1. Fungsi Bahasa Indonesia</strong></p>
<p><strong> </strong>Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :</p>
<ol>
<li>Lambang kebangsaan</li>
<li>Lambang identitas nasional</li>
<li>Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya</li>
<li>Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.</li>
</ol>
<p>Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai :</p>
<ol>
<li>Bahasa resmi kenegaraan</li>
<li>Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan</li>
<li>Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan</li>
<li>Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.</li>
</ol>
<p><strong> </strong><strong>6. Ragam dan Variasi Bahasa.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>6.1 Ragam Bahasa</strong></p>
<p>Adanya bermacam-macam ragam bahasa terjadi karena fungsi, kedudukan serta lingkungan yang berbeda-beda. Ada beberapa ragam bahasa yaitu :</p>
<p><em><strong>Ragam Lisan dan Ragam Tulis</strong></em></p>
<p>Perbedaan ragam lisan dan tulis yaitu :</p>
<ol>
<li>Ragam lisan mengendaki adanya orang kedua, teman bicara sedangkan ragam tulis tidak mengharuskan.</li>
<li>Dalam Ragam lisan unsur-unsur gramatikan seperti subjek, prediket dan objek tidak selalu dinyatakan, sedangkan ragam tulis harus dinyatakan.</li>
<li>Ragam lisan sangat terikan pada kondisi, situasi, ruang dan waktu sedangkan ragam tulis tidak.</li>
<li>Ragam lisan dipengaruhi oleh intonasi suara sedangkan ragam tulis dipengaruhi oleh tanda baca, huruf kapital dan huruf miring.</li>
</ol>
<p><em><strong>Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku</strong></em></p>
<p>Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannyasebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.</p>
<p>Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan da ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.</p>
<p><em><strong>Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan</strong></em></p>
<p>Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya.</p>
<p>Ragam baku lisan bergantung kepada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapannya.</p>
<p><em><strong>Ragam Sosial Dan Ragam Fungsional</strong></em></p>
<p>Ragam sosial adalah ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat.</p>
<p>Ragam fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya.</p>
<p><strong> </strong><strong>Variasi Bahasa</strong></p>
<p>Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Variasi bahasa ada beberapa macam yaitu :</p>
<p><em><strong> Variasi bahasa dari segi penutur </strong></em></p>
<p>Yaitu variasi bahasa yang muncul dari setiap orang baik individu maupun sosial.</p>
<ol>
<li>Variasi bahasa dari segi pemakaian, Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau funsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya bidang jurnalistik, militer, pertanian, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya. Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata. Setiap bidang kegiatan biasanya mempunyai kosakata khusus yang tidak digunakan dalam bidang lain.</li>
<li>Variasi bahasa dari segi keformalan, Variasi bahasa dari segi keformalan ada beberapa macam yaitu :</li>
<li>Variasi Baku (frozen) Adalah variasi bahasa yang paling formal yang digunakan pada situasi hikmat seperti upacara kenegaraan dan khotbah.</li>
<li>Variasi Resmi (formal), Adalah Variasi bahasa yag digunakan pada kegiatan resmi atau formal seperti surat dinas dan pidato kenegaraan.</li>
<li>Variasi Usaha (konsultatif), Adalah variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan biasa. Seperti pembicaraan di sekolah dan rapat.</li>
<li>Variasi santai (casual), Adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi. Seperti perbincangan dalam keluarga atau perbincangan dengan teman.</li>
<li>Variasi akrab (intimate), Adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubungannya sudah akrab.</li>
<li>Variasi bahasa dari segi sarana, Adalah variasi bahasa yang dapat dilihat dari sarana atau jalur yang digunakan. Seperti telepon, telegraf dan radio.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :</p>
<ol>
<li>Sumber dari bahasa indonesia adalah bahasa melayu</li>
<li>Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.</li>
<li>Bahasa Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.</li>
<li>Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.</li>
<li>Seiring dengan perkembangannya  bahasa indonesia memiliki banyak ragam dan variasi namun semua menambah kekayaan bahasa Indonesia sendiri.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://bukittingginews.com/2010/10/makalah-sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/itinki/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Bahasa dari Wikipedia</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa-dari-wikipedia.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa-dari-wikipedia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 02:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[itinki]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau kepada sebuah instansi spesifik dari sebuah sistem komunikasi yang kompleks. Kajian ilmiah terhadap bahasa dalam semua indra disebut dengan linguistik. Sekitar &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa-dari-wikipedia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahasa</strong> bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau kepada sebuah instansi spesifik dari sebuah sistem komunikasi yang kompleks. Kajian ilmiah terhadap bahasa dalam semua indra disebut dengan linguistik.</p>
<p>Sekitar 3000-6000 bahasa yang digunakan oleh manusia sekarang adalah suatu contoh yang menonjol, tapi bahasa alami dapat juga berdasarkan visual daripada rangsangan pendengaran, sebagai contoh pada bahasa isyarat dan bahasa tulis. Kode dan bentuk lain dari sistem komunikasi artifisial seperti yang digunakan untuk pemrograman komputer juga dapat disebut bahasa. Bahasa dalam konteks ini adalah sebuah sistem isyarat untuk enkoding dan dekoding informasi. Kata bahasa Inggris &#8220;language&#8221; yang diturunkan secara langsung dari Latin <em>lingua</em>, &#8220;language, tongue&#8221;, lewat Prancis Tua. Hubungan metaforis antara bahasa dan lidah ada dalam banyak bahasa dan menjadi saksi dalam sejarah munculnya bahasa lisan. <sup id="cite_ref-AHD_0-0">[1]</sup> Bila digunakan sebagai konsep umum, &#8220;bahasa&#8221; mengacu pada kemampuan kognitif yang membuat manusia dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks.</p>
<p>Kemampuan bahasa manusia dikatakan pada dasarnya berbeda dari dan lebih tinggi tingkat kerumitannya daripada spesies lain. Bahasa manusia sangat rumit dimana ia berdasarkan sekumpulan aturan berkaitan dengan simbol dan makna, sehingga membentuk sejumlah kemungkinan penyebutan yang tak terbatas dari sejumlah elemen yang terbatas. Bahasa dikatakan berasal sejak hominid pertama kali mulai bekerja sama, mengadopsi sistem komunikasi awal yang berdasarkan pada isyarat ekspresif yang mengikutkan teori dari pikiran dan dibagi secara sengaja. Perkembangan tersebut dikatakan bertepatan dengan meningkatnya volume pada otak. Bahasa diproses pada otak manusia dalam lokasi yang berbeda, tetapi secara khusus berada di area Broca dan area Wernicke. Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial di masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih sekitar umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah bercokol dalam kultur manusia dan, selain digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi, ia juga memiliki fungsi sosial dan kultural, seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial dan untuk dandanan sosial dan hiburan. Kata &#8220;bahasa&#8221; juga dapat digunakan untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membuat ia bisa ada, atau sekumpulan penyebutan yang dapat dihasilkan dari aturan tersebut.</p>
<p>Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan sebuah isyarat dengan sebuah makna tertentu. Bahasa lisan dan isyarat memiliki sebuah sistem fonologikal yang mengatur bagaimana suara atau simbol visual digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan sebuah sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digunakan membentuk frasa dan penyebutan. Bahasa tulis menggunakan simbol visual untuk menandakan suara dari bahasa lisan, tetapi ia masih membutuhkan aturan sintaks yang memproduksi makna dari urutan kata-kata. Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi setiap waktu, dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa moderen untuk menentukan ciri-ciri mana yang harus dimiliki oleh bahasa pendahulunya untuk perubahan nantinya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai keluarga bahasa. Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga Indo-Eropa, yang mengikutkan bahasa seperti Inggris, Spanyol, Rusia dan Hindu; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Mandarin Chinese, Cantonese dan lainnya; bahasa Semitik, yang melingkupi Arab, Amharic dan Hebrew; dan bahasa Bantu, yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona dan ratusan bahasa lain yang digunakan di Afrika.</p>
<h2>Definisi</h2>
<p>Kata &#8220;bahasa&#8221; memiliki dua makna dasar: bahasa sebagai konsep umum, dan &#8220;sebuah bahasa&#8221; (sebuah sistem linguistik tertentu, contohnya &#8220;&#8221;Prancis&#8221;). Bahasa selain Inggris ada yang menggunakan dua kata yang berbeda untuk konsep yang berbeda. Prancis misalnya menggunakan kata <em>langage</em> untuk bahasa sebagai sebuah konsep dan <em>langue</em> sebagai instansi dari bahasa. <sup id="cite_ref-1">[2]</sup></p>
<p>Bila berbicara bahasa sebagai konsep umum, beberapa definisi berbeda dapat digunakan untuk menekankan aspek yang berbeda dari fenomena. <sup id="cite_ref-2">[3]</sup></p>
<h2><strong>Kemampuan mental, organ atau insting</strong></h2>
<p>Salah satu definisi melihat bahasa pada pokoknya sebagai kemampuan mental yang membuat manusia dapat menggunakan perilaku linguistik: untuk belajar bahasa dan menghasilkan dan memahami penyebutan. Definisi ini menekankan keuniversalan bahasa untuk semua manusia dan dasar biologis dari kapasitas manusia terhadap bahasa sebagai perkembangan yang unik terhadap otak manusia. <sup id="cite_ref-3">[4]</sup><sup id="cite_ref-4">[5]</sup> Pandangan ini memahami bahasa secara garis besar bawaan lahir, sebagai contoh dalam teori Chomsky mengenai Tatabahasa Universal, teori ekstrim bawaan lahirnya Jerry Fodor . Definisi semacam ini sering diaplikasikan oleh orang yang mempelajari bahasa lewat kerangka ilmu kognitif dan dalam neurolinguistik.</p>
<h2><strong>Sistem simbolik formal</strong></h2>
<p>Definisi lain melihat bahasa sebagai sebuah sistem formal dari isyarat-isyarat yang diatur oleh aturan-aturan kombinasi tatabahasa untuk mengkomunikasikan suatu makna. Definisi ini menekankan fakta bahwa bahasa manusia dapat dijelaskan sebagai sistem terstruktur tertutup yang terdiri dari aturan-aturan yang menghubungkan isyarat tertentu terhadap makna tertentu. Pandangan strukturalis terhadap bahasa pertama kali diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure. Beberapa pendukung pandangan bahasa ini, seperti Noam Chomsky, mendefinisikan bahasa sebagai sebuah kumpulan kalimat yang dapat dihasilkan dari sekumpulan aturan tertentu.<sup id="cite_ref-5">[6]</sup> Sudut pandang strukturalis biasanya digunakan dalam logika formal, semiotik, dan dalam teori tatabahasa formal dan struktural, kerangka teoritikal yang banyak digunakan dalam penjelasan linguistik. Dalam filosofi bahasa pandangan ini berhubungan dengan filsuf seperti Bertrand Russell, Wittgenstein muda, Alfred Tarski dan Gottlob Frege.</p>
<h2><strong>Alat untuk komunikasi</strong></h2>
<p>Definisi lain dari bahasa adalah sebagai sebuah sistem komunikasi yang membuat manusia dapat bekerja sama. Definisi ini menekankan fungsi sosial dari bahasa dan fakta bahwa manusia menggunakannya untuk mengekspresikan dirinya sendiri dan untuk memanipulasi objek dalam lingkungannya. Pandangan bahasa ini berhubungan dengan kajian bahasa dalam fungsional atau kerangka pragmatis, serta dalam socio-linguistik dan antropologi linguistik. Dalam filosofi bahasa pandangan ini sering dikaitkan dengan karya terakhir Wittgenstein dan dengan filsuf bahasa umum seperti G. E. Moore, Paul Grice, John Searle dan J. L. Austin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Apa yang membuat bahasa manusia unik</strong></h2>
<p>Bahasa manusia unik bila dibandingkan dengan bentuk lain komunikasi, seperti yang digunakan oleh binatang, karena ia membolehkan manusia untuk menghasilkan penyebutan yang tak terbatas dari sekumpulan elemen yang terbatas, <sup id="cite_ref-6">[7]</sup> dan karena simbol dan aturan tatabahasa dari setiap bahasa secara kebanyakan sering berubah-ubah, sehingga sistem hanya dapat diperoleh melalui interaksi sosial. Sistem komunikasi yang digunakan binatang, di sisi lain, hanya dapat mengekspresikan sejumlah penyebutan terbatas yang umumnya ditransmisikan secara genetik. <sup id="cite_ref-7">[8]</sup> Bahasa manusia juga unik karena kompleksitas strukturnya telah berkembang untuk melayani seluas mungkin fungsi dibandingkan sistem komunikasi lainnya.</p>
<h2><strong>Kajian bahasa</strong></h2>
<p>Kajian tentang bahasa, linguistik, telah berkembang menjadi sains sejak deskripsi pertama tatabahasa dari bahasa tertentu di India lebih dari 2000 tahun lalu. Linguistik sekarang adalah sebuah sains yang memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan bahasa, memeriksanya dari semua sudut pandang yang telah dijelaskan di atas.</p>
<p>Bahasa dapat ditelaah dari banyak sudut dan untuk banyak tujuan: Sebagai contoh, Linguistik deskriptif membedah tatabahasa dari suatu bahasa sehingga orang dapat mempelajari bahasa tersebut; teoritikal linguistik mengembangkan teori terbaik untuk mengkonsepkan bahasa sebagai sebuah kajian; sociolinguistik mempelajari bagaimana bahasa digunakan untuk tujuan sosial, seperti membedakan wilayah atau kelompok sosial satu dengan yang lainnya; neurolinguistik mempelajari bagaimana bahasa diproses dalam otak manusia; komputasi linguistik membangun model komputasi bahasa dan membangun program untuk memproses bahasa alami; dan historikal linguistik menyelidiki sejarah bahasa dan keluarga bahasa dengan menggunakan metoda komparatif.</p>
<h2><strong>Ahli Tatabahasa awal</strong></h2>
<p>Kajian formal bahasa dimulai di India oleh Panini, ahli tatabahasa abad 5 BC yang memformulasikan 3.959 aturan dari morfologi Sanskrit. Panini mengklasifikasikan sistem suara Sanskrit menjadi konsonan dan harakat, dan kelas-kelas kata, seperti kata benda dan kata kerja, adalah yang pertama dikenal dalam jenisnya. Di Timur Tengah Sibawayh (سیبویه) membuat deskripsi rinci dari bahasa Arab pada tahun 760 AD dalam karya monumentalnya, <em>Al-kitab fi al-nahw</em> (الكتاب في النحو, <em>The Book on Grammar</em>, <em>Buku tentang Tatabahasa</em>), penulis pertama yang membedakan antara suara dan fonem (suara sebagai unit dari sistem linguistik).</p>
<p>Ketertarikan barat dalam pembelajaran bahasa bermulai hampir sama awalnya dengan Timur, <sup id="cite_ref-8">[9]</sup> tetapi ahli tatabahasa dari bahasa-bahasa klasik tidak menggunakan metoda atau menghasilkan kesimpulan yang sama dengan ahli di wilayah India. Ketertarikan awal pada bahasa di Barat sebagai bagian dari filosofi, bukan terhadap deskripsi dari tatabahasanya. Yang pertama mendalami teori semantik adalah Plato dalam dialog <em>Cratylus</em>, dimana dia berargumen bahwa kata merupakan konsep yang abadi dan ada dalam dunia pemikiran. Karya ini adalah yang pertama menggunakan kata etimologi untuk menjelaskan sejarah dari makna kata.</p>
<p>Sekitar 280 BC salah satu didikan Alexander the Great membangun universitas (lihat Musaeum) di Alexandria, dimana institut philologis mempelajari tulisan kuno dan mengajarkan Greek kepada pembicara bahasa lain. Institut ini adalah yang pertama menggunakan kata &#8220;tatabahasa&#8221; dalam makna moderen, Plato telah menggunakan kata tersebut dalam makna sesungguhnya dalam &#8220;téchnē grammatikḗ&#8221; (Τέχνη Γραμματική, &#8220;art of writing&#8221;, &#8220;seni menulis&#8221;) yang merupakan salah satu judul karya terpenting dari institut Alexandria yang dibuat oleh Dionysius Thrax. <sup id="cite_ref-9">[10]</sup></p>
<p>Pada masa abad pertengahan kajian bahasa digolongkan dibawah topik filologi, kajian mengenai bahasa dan tulisan kuno, diajarkan oleh Roger Ascham, Wolfgang Ratke dan John Amos Comenius. <sup id="cite_ref-10">[11]</sup></p>
<h2><strong>Historisisme</strong></h2>
<p>Pada abad ke-18, penggunaan pertama dari metoda komparatif oleh William Jones memicu tumbuhnya komparatif linguistik. <sup id="cite_ref-11">[12]</sup> Bloomfield mengatributkan &#8220;karya terbaik pertama dalam ilmu linguistik di dunia&#8221; kepada Jacob Grimm, yang menulis <em>Deutsche Grammatik</em>. <sup id="cite_ref-Bloomfield_1914_311_12-0">[13]</sup> Ia kemudian diikuti oleh penulis lainnya menulis kajian komparatif yang mirip terhadap kelompok bahasa yang berbeda di Eropa. Kajian secara sains pada bahasa kemudian tersebar dari bahasa Indo-Eropa ke bahasa secara umum oleh Wilhelm von Humboldt, yang mana Bloomfield menyatakan:<sup id="cite_ref-Bloomfield_1914_311_12-1">[13]</sup></p>
<blockquote><p>&#8220;Kajian ini menerima fondasinya ditangan negarawan Prussia dan pelajar Wilhelm von Humboldt (1767-1835), terutama dalam terbitan pertama dari karyanya Kavi, Sastra dari bahasa Jawa, berjudul <em>Über die Verschiedenheit des menschlichen Sprachbaues und ihren Einfluß auf die geistige Entwickelung des Menschengeschlechts</em> (&#8216;Keberagaman Struktur dari Bahasa Manusia dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Mental dari Ras Manusia&#8217;).&#8221;</p></blockquote>
<h2>Strukturalisme</h2>
<p>Awal abad 20-an, de Saussure memperkenalkan ide tentang bahasa sebagai &#8220;kode sematik&#8221;. <sup id="cite_ref-13">[14]</sup> Kontribusi tambahan yang besar yang mirip dengan ide tersebut juga datang dari Louis Hjelmslev, Emile Benveniste dan Roman Jakobson, <sup id="cite_ref-Holquist81_14-0">[15]</sup> yang dikarakterisasikan sebagai sangat sistematik. <sup id="cite_ref-Holquist81_14-1">[15]</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Bahasa dan bagian-bagiannya</h2>
<p>Bila menjelaskan sistem komunikasi simbolik, bahasa secara tradisional terdiri dari tiga bagian: isyarat, makna, dan sebuah kode yang menghubungkan isyarat dengan maknanya. Kajian bagaimana isyarat dan makna digabungkan, digunakan dan diinterpretasikan disebut dengan semiotik. Isyarat dapat dihasilkan dari suara, gestur, huruf atau simbol, bergantung kepada apakah suatu bahasa diucapkan, diisyaratkan atau ditulis, dan semuanya dapat digabungkan menjadi isyarat kompleks seperti kata dan kalimat. Pada saat digunakan untuk berkomunikasi sebuah isyarat disandikan dan dikirim oleh pengirim lewat sebuah kanal kepada penerima yang akan menterjemahkannya (sebuah sinyal).</p>
<p>Beberapa properti yang membedakan bahasa manusia dengan sistem komunikasi lainnya adalah: kesembarangan dari isyarat linguistik, yang berarti tidak adanya koneksi yang terprediksi antara isyarat linguistik dan maknanya; dualitas dari sistem linguistik, yang berarti struktur linguistik dibuat dengan menggabungkan elemen-elemen menjadi struktur luas yang dapat dilihat dalam tingkatan, contohnya: bagaimana suara membentuk kata dan kata membentuk kalimat; elemen-elemen bahasa yang berlainan, yang berarti elemen pembentuk isyarat linguistik terbentu dari unit yang berlainan, contohnya suara dan kata, yang dapat dibedakan satu sama lain dan tersusun ulang dalam pola yang berbeda; dan produktivitas dari sistem linguistik, yang berarti elemen linguistik yang terbatas dapat digabungkan menjadi kombinasi yang tak terbatas secara teori. <sup id="cite_ref-15">[16]</sup></p>
<p>Aturan mengenai isyarat mana yang dapat digabungkan membentuk kata dan kalimat disebut dengan sintaks atau tatabahasa. Suatu makna yang terhubung kesetiap isyarat-isyarat, kata-kata dan kalimat disebut dengan semantik. Pembagian bahasa dalam suatu sistem isyarat dan makna yang terhubung tetapi berbeda dapat dilihat kebelakang berdasarkan kajian linguistik dari de Saussure dan sekarang digunakan hampir disemua bagian linguistik.</p>
<p><strong>Semantik</strong></p>
<p>Bahasa mengekspresikan makna dengan mengaitkan sebuah isyarat dengan maknanya. Bahasa tersebut haruslah memiliki kosa kata isyarat yang berkaitan dengan makna tertentu &#8212; isyarat Inggris dari &#8220;anjing&#8221; menandakan, misalnya, anggota dari jenis <em>Canis</em>. Dalam sebuah bahasa, susunan dari isyarat yang berubah-ubah yang terhubung kepada makna tertentu disebut dengan lexicon, dan sebuah isyarat yang terhubung ke sebuah makna disebut dengan lexeme. Tidak semua makna dalam sebuah bahasa direpresentasikan oleh satu kata &#8212; terkadang konsep semantik terkandung dalam morfologi atau sintaks dari suatu bahasa dalam bentuk kategori tatabahasa. Semua bahasa memiliki struktur semantik dari predikat &#8212; sebuah struktur yang mendasarkan sebuah properti, keadaan atau aksi yang memiliki nilai benar, misalnya: ia bisa benar atau salah tentang sebuah entitas, contohnya: &#8220;[x [is y]]&#8221; atau &#8220;[x [does y]].&#8221;</p>
<h2><strong>Suara dan simbol</strong></h2>
<p>Cara suatu bahasa diucapkan menggunakan suara untuk membentuk suatu makna dikaji dalam fonologi. Kajian bagaimana manusia menghasilkan dan memaknakan suara vokal disebut dengan fonetik. Dalam bahasa ucapan makna dikonstruksi bila suara menjadi bagian dari sistem dimana beberapa suara dapat berkontribusi untuk mengekspresikan suatu makna dan suara lainnya tidak. Dalam setiap bahasa yang ada dari sekian banyak suara yang dapat dibuat oleh vokal manusia hanya sejumlah suara yang berkontribusi dalam pembentukan makna.</p>
<p>Suara sebagai bagian dari sistem linguistik disebut dengan fonem. Semua bahasa ucapan memiliki sedikitnya dua kategori fenom berbeda: harakat dan konsonan yang dapat digabungkan menjadi suku kata. Selain segmen seperti harakat dan konsonan, beberapa bahasa juga menggunakan suara dengan cara berbeda untuk menyampaikan suatu makna. Banyak bahasa, misalnya, menggunakan penekanan, aksen, durasi dan nada untuk membedakan makna. Karena fenomena seperti ini bekerja diluar dari sebuah segmen mereka disebut dengan suprasegmental.</p>
<p>Aksara merepresentasikan suara dari perkataan manusia menggunakan simbol visual. Alfabet latin (dan yang berbasis atau diturunkan darinya) adalah berbasiskan representasi dari suatu suara, sehingga kata-kata terbentuk dari huruf-huruf yang secara umum menandakan sebuah konsonan atau harakat dalam struktur dari kata. Dalam naskah suku kata, seperti naskah Inuktitut, setiap isyarat merepresentasikan seluruh suku kata. Dalam naskah logographic setiap isyarat merepresentasikan seluruh kata. Karena semua bahasa memiliki jumlah kata yang sangat banyak, tidak ada naskah logographic yang diketahui eksis. Untuk merepresentasikan suara dari bahasa-bahasa di dunia dalam penulisan, linguis telah mengembangkan International Phonetic Alphabet, dirancang untuk merepresentasikan semua suara yang berbeda yang telah diketahui untuk membantu pemaknaan dalam bahasa manusia.</p>
<h2><strong>Tatabahasa</strong></h2>
<p>Tatabahasa adalah kajian bagaimana elemen-elemen makna (morfem) dalam suatu bahasa dapat digabungkan menjadi pengucapan. Morfem dapat <em>bebas</em> atau <em>terikat</em>. Jika mereka bebas berpindah dalam pengucapan, mereka biasanya disebut dengan kata, dan jika mereka terikat dengan kata atau morfem lainnya, mereka disebut dengan afiks. Bagaimana suatu elemen makna dapat digabungkan dalam suatu bahasa dikontrol oleh aturan-aturan. Aturan-aturan untuk mendapatkan struktur internal kata disebut dengan morfologi. Aturan-aturan dari struktur internal dari frase dan kalimat disebut dengan sintaks. <sup id="cite_ref-16">[17]</sup> Dalam tradisi generativis Chomsky morfologi dilihat sebagai bagian dari sintaks.</p>
<h4><strong>Kategori Tatabahasa</strong></h4>
<p>Tatabahasa membantu menghasilkan makna dengan mengkodekan perbedaan semantik dalam bentuk yang sistematik. Hasil yang terprediksi dari sistemisasi tersebut membuat pengguna bahasa dapat menghasilkan dan memahami kata dan makna baru dengan mengaplikasikan pengetahuannya mengenai kategori gramatikal bahasa.</p>
<p>Bahasa-bahasa berbeda secara luas dalam apakah suatu kategori dikodekan lewat penggunaan unit kategori atau leksikal. Namun, beberapa kategori sangat umum sehingga hampir universal. Kategori universal itu termasuk pengkodean relasi gramatikal dari peserta dan predikat secara tatabahasa berbeda antara relasinya terhadap predikat, pengkodean dari relasi sementara dan spasial pada predikat, dan sistem dari pelaku gramatikal mengatur acuan dan perbedaan antara pembicara dan penerima dan tentang siapa yang mereka bicarakan.</p>
<h4><strong>Kelas-kelas kata</strong></h4>
<p>Bahasa mengelompokkan bagian-bagian dari pembicaraan menjadi kelas-kelas bergantung kepada fungsi dan posisi relatif terhadap bagian lainnya. Semua bahasa, misalnya, memiliki perbedaan mendasar antara sekelompok kata yang secara prototipikal mengacu pada sesuatu dan konsep dan sekelompok kata yang secara prototipikal mengacu pada aksi dan kejadian. Kelompok pertama, yang mengikutkan kata seperti &#8220;anjing&#8221; dan &#8220;lagu&#8221;, biasanya disebut dengan kata benda. Kelompok kedua, yang mengikutkan kata seperti &#8220;lari&#8221; dan &#8220;menyanyi&#8221;, disebut dengan kata kerja. Kategori umum lainnya adalah Kata sifat, kata-kata yang menjelaskan properti atau kualitas dari kata benda seperti &#8220;merah&#8221; atau &#8220;besar&#8221;.</p>
<p>Kelas-kelas kata juga memiliki fungsi berbeda dalam tatabahasa. Kata kerja prototipikal digunakan untuk membentuk predikat, sementara kata benda digunakan sebagai argumen dari predikat. Dalam kalimat seperti &#8220;Sally lari,&#8221; predikatnya adalah &#8220;lari,&#8221; karena ia merupakan kata yang menandakan keadaan tertentu tentang argumennya &#8220;Sally&#8221;. Beberapa kata kerja seperti &#8220;sumpah&#8221; bisa saja memerlukan dua argumen, contohnya: &#8220;Sally menyumpahi John&#8221;. Predikat yang hanya menggunakan satu argumen disebut dengan <em>intransitif</em>, dan predikat yang memakai dua argumen disebut dengan <em>transitif</em>.</p>
<p>Banyak kelas-kelas lain yang ada di bahasa yang berbeda, seperti konjungsi yang berguna untuk menggabungkan dua kalimat dan klausa yang memperkenalkan sebuah kata benda.</p>
<h4><strong>Morfologi</strong></h4>
<p>Banyak bahasa menggunakan proses morfologi infleksi untuk merubah atau mengembangkan makna dari kata-kata. Dalam beberapa bahasa kata terdiri dari beberapa unit makna yang disebut morfem, kata bahasa Inggris &#8220;unexpected&#8221; dapat dianalisa terdiri dari tiga morfem &#8220;un-&#8221;, &#8220;expect&#8221; dan &#8220;-ed&#8221;. Morfem dapat dikelaskan berdasarkan apakah mereka akar dimana morfem yang lain terikat dengan afiks ditambahkan, dan morfem terikat dapat dikelompokan berdasarkan posisinya dalam relasi terhadap akarnya: prefiks lebih dulu dari akar, sufiks setelah akar dan infiks dimasukkan diantara akar. Afiks bertujuan untuk merubah atau mengembangkan makna dari akar. Beberapa bahasa mengganti makna dari kata dengan merubah struktur fonologi dari kata, contohnya kata Inggris &#8220;run&#8221; dengan kata kerja masa lampaunya adalah &#8220;ran&#8221;. Lebih lanjut morfologi membedakan antara proses infleksi yang merubah atau mengembangkan kata, dan derivasi yang membuat kata baru dari kata yang sudah ada &#8212; contohnya kata Inggris &#8220;sing&#8221; yang dapat menjadi &#8220;singer&#8221; dengan menambahkan morfem derivasi -er untuk mendapatkan kata benda dari kata kerja. Bahasa-bahasa berbeda secara luas dalam seberapa banyak mereka bergantung kepada morfologi &#8212; beberapa bahasa, secara tradisional disebut dengan bahasa polisintetik, menggunakan morfologi secara ekstensif, sehingga ia mengekspresikan seluruh kalimat bahasa Inggris dalam satu kata. Contohnya kata Greenlandic &#8220;<em>oqaatiginerluppaa</em>&#8220;&#8221; &#8220;Ia memburuk-burukan tentang dia&#8221; yang terdiri dari akar <em>ogaa</em> dan enam sufiks. <sup id="cite_ref-encyc_17-0">[18]</sup></p>
<h4><strong>Sintaks</strong></h4>
<p>Bahasa yang menggunakan infleksi untuk menyampaikan makna terkadang tidak memiliki aturan kuat untuk urutan kata dalam suatu kalimat. Contohnya dalam latin &#8220;<em>dominus servos vituperabat</em>&#8221; dan &#8220;<em>servos vituperabat dominus</em>&#8221; berarti &#8220;tuan menyumpahi budak&#8221;, karena &#8220;<em>servos</em>&#8221; &#8220;budak&#8221; ada dalam kausa akusativ memperlihatkan bahwa ia adalah objek dalam tatabahasa dari kalimat dan &#8220;<em>dominus</em>&#8221; &#8220;tuan&#8221; ada dalam kausa nominatif memperlihatkan bahwa ia adalah subjek. Bahasa lain, namun, menggunakan sedikit atau tanpa proses infleksi tapi menggunakan urutan kata-kata dalam kaitannya satu sama lain untuk menghasilkan makna. Contohnya dalam bahasa Inggris dua kalimat &#8220;budak-budak menyumpahi tuannya&#8221; dan &#8220;tuan menyumpahi budak-budak&#8221; memiliki arti yang berbeda karena aturan subjek dalam tatabahasa disandikan dengan kata benda berada di depan kata kerja dan aturan objek disandikan dengan kata benda muncul setelah kata kerja.</p>
<p>Maka sintaks, memiliki kaitan dengan urutan kata dalam kalimat, dan secara spesifik bagaimana kalimat kompleks terstruktur dengan mengelompokkan kata-kata dalam unit-unit, disebut dengan frasa, yang dapat menempati tempat berbeda dalam struktur sintaktik yang luas. Dibawah ini adalah representasi grafik dari analisis sintaktik dari kalimat &#8220;the cat sat on the mat&#8221;. Kalimat dianalisa terbagi oleh frasa kata benda, kata kerja dan frasa preposisi; frasa preposisi terbagi lagi menjadi preposisi dan frasa kata benda; dan frasa kata benda terdiri dari klausul dan kata benda.</p>
<h2>Bahasa dan kultur</h2>
<p>Bahasa, dipahami sebagai kumpulan norma-norma perkataan dari komunitas tertentu, juga termasuk bagian dari kultur yang lebih besar dari komunitas yang menggunakannya. Manusia menggunakan bahasa sebagai cara memberikan sinyal identitas antara grup kultur dan perbedaan dengan yang lainnya. Bahkan diantara pembicara dalam satu bahasa beberapa cara berbeda dalam menggunakan bahasa masih ada, dan setiapnya digunakan untuk memberikan sinyal pertalian antara subgrup dalam satu kultur yang besar. Linguis dan antropologis, terutama sociolinguistic, ethnolinguists dan linguistic anthropologists telah mengkhususkan mengkaji bagaimana cara berbicara bisa berbeda antara komunitas.</p>
<p>Cara komunitas menggunakan bahasa adalah bagian dari kultur komunitas tersebut, seperti praktek-praktek berbagi lainnya, ia merupakan cara untuk menunjukkan identitas grup. Cara-cara berbicara tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mengidentifikasikan posisi sosial dari pembicara. Linguis menggunakan istilah variasi, sebuah istilah yang meliputi dialek secara geografi atau sosialkultural dan juga jargon atau gaya dari subkultur, untuk mengacu pada cara yang berbeda dalam pengucapan bahasa. Anthropologi linguistik dan sosiologi bahasa menjelaskan gaya komunikasi sebagai cara suatu bahasa digunakan dan dipahami dalam kultur tertentu. <sup id="cite_ref-18">[19]</sup></p>
<p>Bahasa tidak hanya berbeda dalam pengucapan, kosa kata atau tatabahasa, tetapi juga berbeda dalam &#8220;kultur berbicara&#8221;. Beberapa kultur sebagai contohnya memiliki sistem yang rumit dalam &#8220;sosial deixis&#8221;, sistem pemberian sinyal jarak sosial lewat makna linguistik. <sup id="cite_ref-Foley_1997_p_19-0">[20]</sup> Dalam bahasa Inggris, sosial deixis diperlihatkan biasanya lewat perbedaan dalam memanggil orang dengan nama pertama dan yang lain dengan nama keluarga, tetapi juga dengan gelar separti &#8220;Nyonya&#8221;, &#8220;anak&#8221;, &#8220;Doktor&#8221; atau &#8220;Yang Mulia&#8221;, tatapi dalam bahasa lain sistem seperti ini bisa sangat kompleks dan dikodifikasi dalam tatabahasa dan kosa kata dari bahasa tersebut. Misalnya, dalam beberapa bahasa di Asia timur, seperti Thai, Burma dan jawa, kata yang berbeda digunakan bergantung kepada apakah pembicara berbicara kepada seseorang yang lebih tinggi atau rendah tingkatnya dari dirinya sendiri dalam sebuah sistem tingkatan dimana binatang dan anak-anak berada di tingkat rendah dan dewa-dewi dan anggota kerajaan sebagai yang tertinggi. <sup id="cite_ref-Foley_1997_p_19-1">[20]</sup></p>
<p><strong>Asal mula</strong></p>
<p>Teori tentang asal mula bahasa dapat dibagi berdasarkan asumsi dasarnya. Beberapa teori berdasarkan ide bahwa bahasa sangat kompleks sehingga tidak dapat dibayangkan ia timbul dari ketiadaan sehingga menjadi seperti sekarang, tapi ia pastilah berkembang dari sistem pra-linguistik bersama dengan nenek moyang pra-manusia. Teori ini dapat disebut dengan teori berdasarkan keberlanjutan. Sudut pandang berlawanan yaitu bahwa bahasa adalah ciri unik manusia yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang ada di selain-manusia dan oleh sebab itu ia pastilah muncul mendadak pada saat transisi dari pra-hominid ke awal manusia. Teori ini dapat didefinisikan sebagai berbasis ketidakberlanjutan. Demikian juga beberapa teori melihat bahasa sebagai kemampuan lahir yang secara garis besar dikodekan dalam genetik, sementara yang lain melihatnya sebagai sistem yang besar secara kultur, yang dipelajari lewat interaksi sosial. <sup id="cite_ref-20">[21]</sup> Satu-satunya lawan yang menonjol dari teori ketidakberlanjutan dari asal mula bahasa manusia adalah Noam Chomsky. Chomsky menyatakan bahwa &#8216;Beberapa mutasi acak terjadi, mungkin setelah hujan sinar kosmik yang tak dikenal, dan ia menyusun ulang otak, menanam organ bahasa di dalam otak primata&#8217;. Walaupun memperingatkan supaya tidak menganggap kisah tersebut secara benar-benar, Chomsky bersikeras bahwa &#8216;Ia mungkin lebih dekat pada kenyataan daripada dongeng-dongeng lainnya yang mengatakan tentang proses secara evolusi, termasuk bahasa&#8217;. <sup id="cite_ref-21">[22]</sup> Teori berbasis keberlanjutan sekarang dipegang oleh kebanyakan ilmuwan, tetapi mereka beragam dalam melihat perkembangannya.<sup id="cite_ref-22">[23]</sup> Bagi mereka yang melihat bahasa umumnya bawaan lahir, contohnya Steven Pinker, menganggapnya mendahului kesadaran binatang, sebaliknya mereka yang melihat bahasa sebagai alat komunikasi sosial yang dipelajari, seperti Michael Tomasello melihatnya berkembang dari komunikasi binatang, baik itu gestur primata atau komunikasi vokal. Model berbasis keberlanjutan lainnya melihat bahasa berkembang dari musik. <sup id="cite_ref-23">[24]</sup></p>
<p>Karena timbulnya bahasa berada sebelum prasejarah manusia, perkembangan yang berkaitan tidak meninggalkan jejak sejarah dan tidak ada proses perbandingan yang dapat diobservasi pada saat sekarang. Teori yang menekankan keberlanjutan sering melihat pada binatang untuk melihat jika, misalnya, primata memperlihatkan ciri-ciri yang dapat dilihat sebagai analogi terhadap bentuk bahasa dari pra-manusia. Secara alternatif fosil awal manusia dapat diinspeksi untuk melihat jejak-jejak adaptasi fisik dari penggunaan bahasa atau bentuk jejak-jejak pra-linguistik dari perilaku simbolik.</p>
<p>Secara umum tak terbantahkan bahwa pra-manusia australopithecine tidak memiliki sistem komunikasi yang secara signifikan berbeda dengan yang ditemukan pada kera besar secara umum,<sup>[<em>rujukan?</em>]</sup> tetapi para ahli memiliki opini yang berbeda-beda terhadap perkembangan sejak munculnya <em>Homo</em> sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Beberapa ahli mengasumsikan perkembangan sistem mirip-bahasa primitif (proto-bahasa) sama awalnya dengan <em>Homo habilis</em>, sementara ahli lainnya menempatkan perkembangan komunikasi simbol primitif hanya dengan <em>Homo erectus</em> (1,8 juta tahun yang lalu) atau <em>Homo heidelbergensis</em> (0,6 juta tahun yang lalu) dan perkembangan bahasa pada <em>Homo sapiens</em> kurang dari 100.000 tahun lalu.<sup id="cite_ref-24">[25]</sup></p>
<p>Analisis linguistik, yang digunakan oleh Johanna Nichols, seorang linguis dari University of California, Berkeley, untuk memperkirakan waktu yang diperlukan untuk sampai pada persebaran dan keberagaman seperti bahasa moderen sekarang, mengindikasikan bahwa bahasa vokal timbul sekitar 100.000 tahun lalu. <sup id="cite_ref-25">[26]</sup></p>
<h2>Bahasa alami</h2>
<p>Bahasa manusia biasanya disebut dengan bahasa alami, dan ilmu yang mengkajinya jatuh pada bidang linguistik. Progres umum dari bahasa alami adalah mereka dianggap pertamanya diucapkan dan kemudian ditulis, dan pemahaman dan penjelasan dari tatabahasa mereka adalah diusahakan kemudian.</p>
<p>Bahasa itu hidup, mati, terbelah, berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, dan berubah seiring dengan waktu. Setiap bahasa yang berhenti berubah atau berkembang dikategorikan sebagai bahasa mati. Kebalikannya, setiap bahasa yang selalu dalam keadaan berubahan diketahui sebagai <em>bahasa hidup</em> atau bahasa moderen. Karena alasan tersebut tantangan terbesar dari pembicara bahasa asing adalah untuk tetap berendam dalam bahasa tersebut dengan tujuan untuk dapat mengikuti perubahan dari bahasa tersebut.</p>
<p>Membuat sebuah perbedaan yang berprinsip antara satu bahasa dan lainnya terkadang hampir tidak mungkin. <sup id="cite_ref-26">[27]</sup> Misalnya, ada beberapa dialek bahasa Jerman yang mirip dengan dialek bahasa Belanda. Transisi antara bahasa dalam bahasa keluarga yang sama terkadang bertingkat-tingkat (lihat rangkaian dialek).</p>
<p>Beberapa condong membuat persamaan dengan biologi, dimana tidak mungkin membuat perbedaan yang jelas antara satu spesies dengan spesies yang lain. Dalam setiap kasus, kesulitan tertinggi mungkin berada pada interaksi antara bahasa dan populasi. (Lihat Dialek atau August Schleicher untuk diskusi lebih panjang.)</p>
<p>Konsep dari Ausbausprache, Abstandsprache and Dachsprache digunakan untuk membuat pembedaan lebih halus tentang tingkat perbedaan antara bahasa atau dialek.</p>
<p>Bahasa isyarat adalah sebuah bahasa yang, bukannya disampaikan menggunakan pola suara secara akustik, menggunakan pola isyarat yang dikirim secara visual (komunikasi manual, bahasa tubuh) untuk menyampaikan makna &#8212; secara simultan menggabungkan pola tangan, orientasi dan pergerakan tangan, lengan atau tubuh, dan ekpresi wajah untuk mengekspresikan pikiran pembicara secara lancar. Ratusan bahasa isyarat digunakan diseluruh dunia dan sebagai inti dari kultur Tuli lokal.</p>
<p><strong>Bahasa Artifisial</strong></p>
<p>Bahasa artifisial adalah sebuah bahasa yang mana fonologi, tatabahasa, dan/atau kosa kata nya telah dirancang atau dimodifikasi secara sadar oleh individu atau kelompok, bukan berkembang secara alami. Banyak alasan untuk membuat sebuah bahasa: untuk mempermudah komunikasi manusia (lihat international auxiliary language dan kode); untuk mengangkat fiksi atau dunia khayalan menjadi hidup; untuk eksperimentasi linguistik; untuk kreasi artistik; dan untuk permainan bahasa.</p>
<p>Ekspresi dari &#8220;bahasa terencana&#8221; terkadang digunakan untuk mengartikan bahasa bantu internasional dan bahasa bentukan lainnya untuk penggunaan nyata dalam komunikasi manusia. Beberapa lebih menyukai istilah &#8220;artifisial&#8221; yang mungkin memiliki konotasi buruk dalam beberapa bahasa. Di luar komunitas Esperanto, istilah bahasa terencana berarti resepnya berada pada bahasa alami untuk menstandarkannya; dalam hal ini, bahkan &#8220;bahasa alami&#8221; mungkin artifisial dalam hal-hal tertentu. tatabahasa preskriptif, yang ada pada masa kuno untuk bahasa klasik seperti Latin, Sanskrit, dan Cina adalah kodifikasi berbasis aturan dari bahasa alami, kodifikasinya berada diantara seleksi alami yang naif dan perkembangan bahasa dan konstruksinya yang jelas.</p>
<p>Matematik, Logik dan ilmu komputer menggunakan entitas artifisial yang disebut bahasa formal (termasuk bahasa pemrograman dan bahasa markup, dan beberapa yang lebih ke teori secara alami). Semua itu menggunakan bentuk rangkaian karakter, diproduksi oleh kombinasi dari tatabahasa formal dan kompleksitas semantik yang berubah-ubah.</p>
<p>Bahasa pemrograman adalah bahasa formal diberkahi dengan semantik yang dapat digunakan untuk mengkontrol perilaku dari mesin, terutama komputer, untuk melakukan pekerjaan tertentu. Bahasa pemrograman dibentuk menggunakan aturan sintaks dan semantik, untuk menentukan struktur dan makna secara berurutan.</p>
<p>Bahasa pemrograman digunakan untuk memfasilitasi komunikasi mengenai pekerjaan tentang pengorganisasian dan manipulasi informasi, dan untuk mengekspresikan algoritma secara tepat. Beberapa penulis<sup>[<em>siapa?</em>]</sup> membatasi istilah &#8220;bahasa pemrograman&#8221; untuk bahasa yang dapat mengekspresikan semua algoritma yang ada; terkadang istilah &#8220;bahasa komputer&#8221; juga digunakan terhadap bahasa artifisial yang lebih terbatas.<sup>[<em>rujukan?</em>]</sup></p>
<p><strong> Komunikasi binatang</strong></p>
<div>
<div>
<div>
<p>Tarian kibasan berbentuk-angka-delapan dari Lebah madu (Apis mellifera) mengindikasi sumber makanan diarah kanan matahari dari luar kandang. Perut dari penari tampak mengabur karena pergerakan cepat dari sisi ke sisi.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Istilah &#8220;bahasa binatang&#8221; sering digunakan untuk sistem komunikasi selain-manusia. Linguistik dan semiotisian tidak mempertimbangkan mereka sebagai &#8220;bahasa&#8221; sejati, tetapi menggambarkan mereka sebagai komunikasi binatang berdasarkan sistem isyarat tidak-simbolis, <sup id="cite_ref-27">[28]</sup> karena interaksi antara binatang dalam berkomunikasi secara fundamental berbeda secara mendasar dari bahasa manusia. Menurut pendekatan ini, sejak binatang tidak lahir dengan kemampuan memahami istilah &#8220;kultur&#8221;, saat diaplikasikan ke komunitas binatang, dipahami mengacu pada sesuatu yang secara kualitas berbeda dengan yang ada di komunitas manusia. Bahasa, komunikasi dan kultur adalah hal-hal kompleks yang diantara manusia. Anjing mungkin saja secara sukses mengkomunikasikan keadaan emosi agresifnya dengan menggeram, yang mungkin atau tidak mungkin menyebabkan anjing lainnya menjauh atau mundur. Hal yang sama, pada saat manusia berteriak dalam ketakutan, ia mungkin atau tidak mungkin memberitahu manusia lain akan adanya bahaya. Keduanya mencontohkan komunikasi, tapi keduanya bukan yang secara umum dikenal dengan bahasa.</p>
<p>Dalam beberapa contoh publikasi, binatang selain manusia telah diajarkan untuk memahami beberapa fitur dari bahasa manusia. Karl von Frisch menerima hadiah Nobel ditahun 1973 untuk pembuktian komunikasi isyarat dan variannya pada lebah. <sup id="cite_ref-28">[29]</sup> Simpanse, gorila, dan orangutan telah diajarkan isyarat tangan berbasis American Sign Language. Burung beo Abu-abu Afrika, Alex, yang memiliki kemampuan meniru perkataan manusia dengan tingkat akurasi yang tinggi, dianggap memiliki inteligensi yang cukup untuk memahami apa yang ia tiru. Walaupun binatang dapat diajarkan untuk memahami bagian dari bahasa manusia, mereka tidak dapat menghasilkan sebuah bahasa.</p>
<p>Bila pendukung dari sistem komunikasi binatang telah mendebatkan tingkat dari semantik, sistem ini belum ditemukan yang mendekati sintaks pada bahasa manusia. <sup id="cite_ref-29">[30]</sup></p>
<p>sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa-dari-wikipedia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Bahasa</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 02:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[itinki]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli 1. Menurut Kerafsm Arapradhipa 2005 : Memberikan dua pengertian : Bahasa : Sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa : Sistem komunikasi yang mempergunakan symbol-simbol vokal. &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli</strong></div>
<div><em>1. Menurut Kerafsm Arapradhipa 2005 :</em></div>
<div>Memberikan dua pengertian :</div>
<div>
<ul>
<li>Bahasa : Sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.</li>
<li>Bahasa : Sistem komunikasi yang mempergunakan symbol-simbol vokal.</li>
</ul>
</div>
<p><em>2. Menurut Torigan (1989 : 4)</em><br />
Beliau memberikan dua definisi bahasa :</p>
<ul>
<li>Bahasa adalah : Suatu sistem yang sistematis barangkali untuk sistem generatif.</li>
<li>Bahasa adalah : Seperangkat lambang-lambang atau symbol-simbol orbiter.</li>
</ul>
<p><em>3. Menurut Santoso (1990 : 1)</em><br />
Bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.</p>
<p><em>4. Menurut Wibowo (2009 : 3)</em><br />
Bahasa adalah suatu sistem symbol bunyi yang bermakna yang berarti kualisi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbiter dan konfisional yang dipakai sebagai alat komunikasi oleh sekelompok orang untuk melahirkan perasaan dan pikiran.</p>
<p><em>5. Menurut Wibowo, Walija (1990 : 4) mengungkapkan :</em><br />
Definisi bahasa adalah : komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud dan pendapat kepada orang lain.</p>
<p><em> 6. Menurut Pengabean (1981 : 5) berpendapat :</em><br />
Bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melepaskan apa yang terjadi pada sistem saraf.</p>
<p><em>7. Menurut Soejono (1983 : 01)</em><br />
Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang penting dalam hidup bersama.</p>
<p><em>source : http://marskrip.blogspot.com/2009/12/pengertian-bahasa-menurut-para-ahli.html</em></p>
<p><strong>Artikel Lain Mengenai Pengertian Bahasa</strong></p>
<p>Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa memiliki berbagai definisi. Definisi bahasa adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>satu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.</li>
<li>satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain</li>
<li>satu kesatuan sistem makna</li>
<li>satu kode yang yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara bentuk dan makna.</li>
<li>satu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan (contoh :- Perkataan, kalimat, dan lain lain.)</li>
<li>satu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.</li>
</ol>
<p>Bahasa erat kaitannya dengan kognisi pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi kognisi tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan[1] Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik, atau pakar bahasa.<br />
Menetapkan perbedaan utama antara bahasa manusia satu dan yang lainnya sering amat sukar. Chomsky (1986) membuktikan bahwa sebagian dialek Jerman hampir serupa dengan bahasa Belanda dan tidaklah terlalu berbeda sehingga tidak mudah dikenali sebagai bahasa lain, khususnya Jerman.</p>
<p><strong>Unsur dasar bahasa</strong></p>
<ol>
<li>Fonem : yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Contohnya kata ular dan ulas memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /er/ dan /es/. Setiap bahasa memiliki jumlah dan jenis fonem yang berbeda-beda. Misalnya bahasa Jepang tidak mengenal fonem /la/ sehingga perkataan yang menggunakan fonem /la/ diganti dengan fonem /ra/.</li>
<li>Morfem : yaitu unsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata duga.</li>
<li>Sintaks : yaitu penggabungan kata menjadi kalimat berdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada bahasa tertentu. Dalam bahasa Indonesia terdapat aturan SPO atau subjek-predikat-objek. Aturan ini berbeda pada bahasa yang berbeda, misalnya pada bahasa Belanda dan Jerman aturan pembuatan kalimat adalah kata kerja selalu menjadi kata kedua dalam setiap kalimat. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris yang memperbolehkan kata kerja diletakan bukan pada urutan kedua dalam suatu kalimat.</li>
<li>Semantik : mempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatu kalimat.</li>
<li>Diskurs : Definisi/Pengertian Bahasa, Ragam dan Fungsi Bahasa &#8211; Pelajaran Bahasa Indonesia</li>
</ol>
<p>Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.</p>
<p>Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.</p>
<p><strong>Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :</strong><br />
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.<br />
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.<br />
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.</p>
<p><strong> Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :</strong></p>
<ol>
<li>Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.</li>
<li>Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.</li>
<li>Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.</li>
<li>Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.</li>
<li>Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.</li>
<li>Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).</li>
</ol>
<p>Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.</p>
<p>Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri. Bahasa isyarat akan dibahas pada artikel lain di situs organisasi.org ini. Selamat membaca.</p>
<p><strong>Definisi Bahasa</strong></p>
<p><strong>1.</strong> Bahasa adalah sistem simbol vokal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu, atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi (Finocchiaro, 1964 :</p>
<p>Sumber : Oka, I Gusti Ngurah dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas<br />
Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat vital bagi manusia. Sebagai alat komunikasi, bahasa dipakai untuk menghubungkan perbedaan, persamaan serta berbagai dialektika perabadan dari zaman kuno hingga sekarang. Tanpa bahasa seolah-olah dunia ini terasa gelap gulita. Bahasa timbul dari kesewenang-wenangan suatu kelompok masyarakat dimana mereka menyetujui akan bahasa yang timbul tersebut.</p>
<p>Bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan arti atau makna tentu memiliki ragam bentuknya. Di dunia ini terdapat beribu-ribu bahasa yang berbeda, namun arti atau makna yang mereka ungkap sesungguhnya sama. Untuk menemukan agar arti atau makna itu sama, kewajiban filsafat yaitu memberikan kerangka analisis agar persamaan artinya dapat dipertemukan. Tugas utama filsafat itu memang untuk memecahkan problema yang muncul dalam bahasa.</p>
<p>Kemampuan berbahasa sebagai karunia Tuhan kepada manusia harus mencerminkan karakter dan sifat yang utuh, lugas dan berbobot. Bahasa sebagai cara mengutarakan makna harus mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ragam tafsiran. Sebab tak jarang, karena bahasa orang bisa saling konflik dan bunuh-membunuh serta menimbulkan perpecahan antarindividu, keluarga, maupun masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian, bahasa tidak saja sebagai alat komunikasi untuk mengantarkan proses hubungan antarmanusia, melainkan mampu mengubah seluruh tatanan kehidupan manusia. Artinya, bahasa merupakan salah satu aspek terpenting dari kehidupan manusia. Sekelompok manusia atau bangsa tidak bisa bertahan jika dalam bangsa tersebut tidak ada bahasa.<br />
&#8212;&#8212;-&gt;<br />
<strong>2.</strong> Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri; percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun.</p>
<p>Sumber : S.S, Daryanto. 1997. Kamus Besar Indonesia Lengkap. Surabaya: Apollo<br />
Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Adakalanya seorang yang pandai dan penuh dengan ide-ide cemerlang harus terhenti hanya karena dia tidak bisa menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan, dan semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak dituangkannya dalam bahasa yang baik. Bahasa bisa dianggap sebagai cermin zamannya artinya bahwa bahasa di dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi dalam masyarakat. Sebagai salah satu bagian budaya, bahasa memegang peranan penting dalam pembicaraan bisnis antar bangsa. Dalam kerangka lintas budaya (cross culture),bahasa Inggris yang dipakai sebagai bahasa internasional, kemudian menjadi unik karena tiap bangsa mempunyai latar belakang budaya yang berbeda, yang tentu saja mempengaruhi dialek, pengucapan tata bahasa dan tingkah laku yang berbeda pula.<br />
&#8212;&#8212;-&gt;</p>
<p><strong>3.</strong> Bahasa adalah suatu sistem bunyi ujaran yang tersusun dari lambang-lambang mana suka yang bersifat unik dan khas yang dibangun dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan berhubungan erat dengan budaya tempatnya berada. (Anderson, 1972: 35-6)</p>
<p>Sumber : Tarigan, H.G. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa<br />
Bahasa merupakan sarana dan pencerminan keterikatan sosial dan kesatuan bangsa. Bahasa adalah komunikasi budaya yang penting karena menjelaskan kebudayaan pemakai bahasa tersebut dan membudayakannya sendiri melalui penggunaannya. Apapun tradisi, apapun kreasi, apapun hasil kebudayaan yang kita miliki, dapat segera punah dan berganti, kecuali satu yaitu bahasa. Bahasa memiliki durasi yang jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan produk-produk peradaban lainnya. Dengan bahasalah, suatu bangsa menitipkan seluruh harapan, obsesi/mimpi, kenyataan, ketakutan, maupun protes-protesnya dalam kehidupan sehingga bahasa menjadi vital dalam hidup kita bahkan kini menjadi senjata karena kita dapat menentukan bahkan menguasai seseorang atau sebuah bangsa, hanya dengan berkomunikasi melalui bahasa. Melalui bahasa, manusia menyatakan identitas dan pengertiannya terhadap lingkungan serta menggunakannya sebagai alat pengolahan masalah dalam mengambil keputusan dan untuk mempengaruhi orang lain.</p>
<p>&#8212;&#8212;&gt;<br />
<strong>4.</strong> Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.<br />
Sumber : Keraf, Gorys. 1987. Bahasa Indonesia Tinjauan Sejarahnya dan Pemakaian Kalimat yang Baik dan Benar)</p>
<p>Dalam hidup ini adalah kenyataan bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana komunikasi. Bahasa adalah milik manusia. Bahasa adalah salah satu ciri pembeda utama umat manusia dengan makhluk hidup lainnya. Bahasa dihasilkan oleh alat ucap manusia yang berupa lambang bunyi suara yang mana dengannya suatu anggota masyarakat dapat bertukar pikiran, ide dan bekerja sama.<br />
&#8212;&#8212;&gt;</p>
<p><strong>5.</strong> Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dipakai oleh suatu masyarakat untuk berinteraksi<br />
Sumber : Pusat Bahasa Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka)</p>
<p>Interaksi adalah perhatian timbal balik antara dua orang (atau lebih) terhadap satu dengan lainnya atau terhadap suatu obyek atau orang ketiga. Mitra-mitra dalam interaksi ini memfokuskan perhatiannya pada sasaran yang sama (satu sama lainnya atau orang ketiga atau suatu obyek tertentu). Perhatian timbal balik ini sering kali direspon dengan isyarat, ujaran atau tindakan. Gerak isyarat dan ujaran ini setelah beberapa lama akan berkembang menjadi suatu dialog, percakapan, permainan bergiliran atau pertukaran antara berbicara dan mendengarkan. Ini dapat pula digambarkan sebagai inisiatif yang diambil dan reaksi yang diberikan oleh masing-masing mitra. Ini akan berkembang menjadi saling pengertian dan akhirnya ikatan kasih sayang.</p>
<p>Pengalaman aksi dan reaksi ini akan mengembangkan kompentensi untuk memberikan perhatian, yang mencakup kemampuan untuk mengamati dan mendengarkan, dan merespon. Pengalaman-pengalaman ini lambat laun akan berkembang menjadi empati. (Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau perasaan atau hakikat pemahaman orang lain).</p>
<p>Komunikasi artinya pertama-tama adalah berbagi. Kita berbagi dan saling bertukar minat, perasaan, pikiran, pendapat atau informasi dengan media rangkaian kode-kode, yang terbentuk sebagai sinyal dan simbol-simbol, yang dapat dimengerti dan dipergunakan oleh semua mitra komunikasi itu. Akan tetapi, kode-kode saja tidak cukup untuk mengembangkan komunikasi. Komunikasi adalah proses yang kompleks di dalam dan di antara dua mitra (atau lebih). Beberapa langkah yang terlibat dibangun selama proses interaksi berbagai kemampuan seperti kemampuan untuk memberikan perhatian, menatap dan/atau mendengarkan, termotivasi dan mampu menafsirkan apa yang difahami, dan termotivasi untuk merespon. Kemampuan-kemampuan ini mulai berkembang selama proses-proses interaksi dan sebelum kode-kode disepakati bersama.</p>
<p>http://robiah.blogmalhikdua.com/2008/12/21/definisi-bahasa</p>
<p><strong>RAGAM BAHASA</strong></p>
<p><strong>A. Ragam bahasa berdasarkan media/sarana</strong><br />
Ragam bahasa Lisan<br />
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.<br />
Ragam bahasa tulis<br />
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.</p>
<p>Contoh<br />
Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis</p>
<ol>
<li>Putri bilang kita harus pulang 1. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang</li>
<li>Ayah lagi baca koran 2. Ayah sedang membaca koran</li>
<li>Saya tinggal di Bogor 3. Saya bertempat tinggal di Bogor</li>
</ol>
<p><strong>B. Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur</strong><br />
Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek). Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.<br />
Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.<br />
contoh:</p>
<ol>
<li>Ira mau nulis surat à Ira mau menulis surat</li>
<li>Saya akan ceritakan tentang Kancil à Saya akan menceritakan tentang Kancil.</li>
</ol>
<p>Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur. Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.<br />
Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang dipakai dalam situasi resmi/formal, baik lisan maupun tulisan.<br />
Bahasa baku dipakai dalam :</p>
<ol>
<li>pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran;</li>
<li>pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat;</li>
<li>komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang;</li>
<li>wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.</li>
</ol>
<p>Segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya meliputi</p>
<ol>
<li>tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat, pedomannya adalah buku Tata Bahasa Baku Indonesia;</li>
<li>kosa kata berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);</li>
<li>istilah kata berpedoman pada Pedoman Pembentukan Istilah;</li>
<li>ejaan berpedoman pada Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD);</li>
<li>lafal baku kriterianya adalah tidak menampakan kedaerahan.</li>
</ol>
<p><strong>C. Ragam bahasa menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian</strong></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.</p>
<p>Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama; koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran; improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni; pengacara, duplik, terdakwa, digunakan dalam lingkungan hukum; pemanasan, peregangan, wasit digunakan dalam lingkungan olah raga. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran/majalah, dll. Contoh kalimat yang digunakan dalam undang-undang.</p>
<p>Sanksi Pelanggaran Pasal 44:<br />
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas<br />
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta<br />
Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus jutarupiah).<br />
Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual pada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hasil hak cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).</p>
<p>http://education.feedfury.com/content/15241462-ragam_bahasa.html</p>
<p><strong>FUNGSI BAHASA</strong></p>
<p>Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.<br />
Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.<br />
Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf, 1997: 3).<br />
Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia</p>
<p>persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek itu (Sunaryo, 1993, 1995).<br />
Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).<br />
Hasil pendayagunaan daya nalar itu sangat bergantung pada ragam bahasa yang digunakan. Pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan buah pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap luwes sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.</p>
<p><strong>4.1 Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri</strong><br />
Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan</p>
<p>lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.<br />
Sebagai contoh lainnya, tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri kita. Pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. Kita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah surat itu akan ditujukan. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita.<br />
Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi.<br />
Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain :<br />
- agar menarik perhatian orang lain terhadap kita,<br />
- keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi</p>
<p>Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri (Gorys Keraf, 1997 :4).</p>
<p><strong>4.2 Bahasa sebagai Alat Komunikasi</strong><br />
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi<br />
semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.<br />
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).<br />
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.<br />
Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Kata griya, misalnya, lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata-kata griya atau makro akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.<br />
Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.</p>
<p><strong>4.3 Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial</strong><br />
Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Gorys Keraf, 1997 : 5).<br />
Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.<br />
Pada saat kita mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Bilamanakah kita dalam berbahasa Indonesia boleh menegur orang dengan kata Kamu atau Saudara atau Bapak atau Anda? Bagi orang asing, pilihan kata itu penting agar ia diterima di dalam lingkungan pergaulan orang Indonesia. Jangan sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat. Demikian pula jika kita mempelajari bahasa asing. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.</p>
<p>http://ocw.gunadarma.ac.id/course/letters/study-program-of-english-literature-s1/bahasa-indonesia/fungsi-bahasa</p>
<p><strong>HAKIKAT BAHASA</strong></p>
<p><strong>Bahasa Itu Dinamis</strong><br />
Bahasa adalah satu-satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu, sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Tak ada kegiatan manusia yang tak disertai oleh bahasa. Bahkan dalam bermimpi pun manusia menggunakan bahasa.<br />
Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa memiliki sifat dinamis, sebagaimana manusia pemakainya. Perubahan bahasa itu terjadi pada semua tataran, baik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, maupun leksikon.<br />
Perubahan yang paling jelas dan banyak terjadi adalah pada bidang leksikon dan semantik. Mungkin hampir tiap saat ada kata-kata baru muncul sebagai akibat perubahan budaya dan ilmu. Kata sebagai satuan bahasa terkecil merupakan sarana atau wadah untuk menampung suatu konsep yang ada dalam masyarakat bahasa. Dengan terjadinya perkembangan kebudayaan, ilmu dan teknologi, bermunculanlah konsep-konsep baru berupa kata atau istilah baru.</p>
<p><strong>Bahasa Itu Universal</strong><br />
Selain bersifat unik, bahasa itu bersifat universal, artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Ciri-ciri yang universal itu tentunya merupakan unsur bahasa yang paling umum, yang bisa dikaitkan dengan ciri-ciri atau sifat-sifat bahasa lain.<br />
Karena bahasa itu berupa ujaran, ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan. Namun, berapa banyak vokal dan konsonan yang dimiliki oleh setiap bahasa, bukanlah persoalan keuniversalan.<br />
Bukti lain keuniversalan bahasa adalah bahwa setiap bahasa mempunyai satuan-satuan bahasa yang bermakna, baik satuan yang bernama kata, frasa, klausa, kalimat maupun wacana. Namun, bagaimana satuan-satuan itu terbentuk mungkin tidak sama.</p>
<p><strong>Bahasa Itu Unik</strong><br />
Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Bahasa itu unik, maksudnya, setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat atau sistem-sistem lainnya.<br />
Salah satu keunikan bahasa Indonesia adalah bahwa tekanan kata tidak bersifat morfemis, melainkan sintaksis. Maksudnya, kalau pada kata tertentu di dalam kalimat kita berikan tekanan, makna kata itu tetap. Yang berubah adalah makna keseluruhan kalimat.</p>
<p><strong>Bahasa Itu Konvensional</strong><br />
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa suatu lambang digunakan untuk mewakili konsep yang dilambangkannya.</p>
<p>Seandainya binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, yang secara arbitrer dilambangkan dengan bunyi [kuda], semua anggota masyarakat bahasa Indonesia harus mematuhinya. Jika tidak dipatuhi, dan menggantikannya dengan lambang lain, pasti komunikasi akan terhambat. Bahasanya menjadi tidak bisa dipahami oleh penutur bahasa Indonesia lainnya; dan berarti pula dia telah keluar dari konvensi itu.</p>
<p>Kalau kearbitreran bahasa terletak pada hubungan antara lambang-lambang bunyi dengan konsep yang dilambangkannya, kekonvensionalan bahasa terletak pada kepatuhan penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya.</p>
<p>http://www.blogcatalog.com/search.frame.php?term=hakikat+bahasa&#038;id=e98306d87a6b5670b9c7131e9a0f4d50</p>
<p><strong>Hakikat Bahasa</strong><br />
<strong> oleh K. D. Pagelaran</strong></p>
<p>Seperti kata pepatah &#8220;Bahasa menunjukkan bangsa&#8221;, maka penggunaan bahasa Indonesia<br />
oleh masyarakat Indonesia saat ini mencerminkan sikap bangsa Indonesia yang enggan bertanggung jawab, makin tidak mengenal tata krama, dan miskin imajinasi.<br />
Sebelumnya, sejarawan Asvi Warman Adam,</p>
<p>Bahasa adalah kesatuan perkataan beserta sistem penggunaannya yang berlaku umum<br />
dalam pergaulan antar anggota suatu masyarakat atau bangsa. Masyarakat atau bangsa<br />
merupakan sekelompok manusia atau komunitas dengan kesamaan letak geografi, kesamaan budaya, dan kesamaan tradisi. Dengan demikian, selain memiliki fungsi utama sebagai wahana berkomunikasi, bahasa juga memiliki peran sebagai alat ekspresi budaya yang mencerminkan bangsa penuturnya. Kecakapan berbahasasuatu bangsa mencerminkan budaya bangsa yang terwujud dalam sikap berbahasa itu sendiri. Sikap berbahasa yang dilandasi oleh kesadaran berbahasa akan membangun rasa cinta, bangga,<br />
dan setia terhadap bahasa dan terhadap bangsa.</p>
<p>Bahasa Indonesia, dengan demikian, adalah bahasa yang menjadi wahana komunikasi dan alat ekspresi budaya yang mencerminkan eksistensi bangsa Indonesia. Pengembangan sikap berbahasa yang mencakup kemahiran berbahasa Indonesia dalam wadah pendidikan formal (sekolah) dilaksanakan melalui mata pelajaran atau mata kuliah Bahasa Indonesia. Dengan demikian hakekat pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran untuk menjadikan peserta didik memiliki kemahiran berbahasa Indonesia baik dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis yang mencerminkan kesadaran berbahasa sebagai bangsa Indonesia yang telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara.</p>
<p>Kemahiran berbahasa Indonesia harus selalu diupayakan oleh seluruh penuturnya agar memiliki sikap berbahasa yang positif. Sikap berbahasa positif itu akan membawa sikap<br />
setia, bangga, dan cinta kepada bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia<br />
dapat memenuhi fungsi luhurnya sebagai alat pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, mungkin lebih efektif dibandingkan alat-alat pemersatu yang lain, karena dengan bahasa berarti komunikasi dan saling pengertian antar warga bangsa dapat terwujud! Maka dari itu janganlah sekali-kali melecehkan bahasa Indonesia dalam aktivitas apa pun.</p>
<p>http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/10167</p>
<p>9<br />
<strong>4.4 Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial</strong><br />
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.<br />
Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.<br />
Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.</p>
<p>Sumber : http://marskrip.blogspot.com/2009/12/pengertian-bahasa.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/itinki/pengertian-bahasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai januari 2012,smua pengangguran di Indonesia digaji oleh pemerintah1,5jt/bln</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/hiburan/mulai-januari-2012smua-pengangguran-di-indonesia-digaji-oleh-pemerintah15jtbln.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/hiburan/mulai-januari-2012smua-pengangguran-di-indonesia-digaji-oleh-pemerintah15jtbln.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 03:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Kabar gembira gan !! Mulai januari 2012,semua pengangguran di Indonesia akan digaji oleh pemerintah 1,5 juta/bulan. Program ini hasil kerja sama dg jepang, jd akan dibayar dlm bentuk YEN. Dengan ketentuan 1. Yen agan kagak ngimpi  2. Yen agan gak &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/hiburan/mulai-januari-2012smua-pengangguran-di-indonesia-digaji-oleh-pemerintah15jtbln.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabar gembira gan !!<br />
Mulai januari 2012,semua pengangguran di Indonesia akan digaji oleh pemerintah 1,5 juta/bulan.<br />
Program ini hasil kerja sama dg jepang, jd akan dibayar dlm bentuk YEN.<br />
Dengan ketentuan</strong></p>
<div>
<div>
<div>1. Yen agan kagak ngimpi <img title="Stick Out Tongue" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/6.gif" alt="" border="0" /><br />
2. Yen agan gak berkhayal <img title="Ngakak (S)" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/ngakaks.gif" alt="" border="0" /><br />
3. Yen agan gak berhalusinasi <img title="Ngakak (S)" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/ngakaks.gif" alt="" border="0" /><br />
4. Yen katawa gak jadi dapat <img src="http://static.kaskus.us/images/smilies/ngakaks.gif" alt="" /></div>
</div>
<div><strong><span style="font-size: medium;">Yen = Kalo [Dalam Bahasa jawa]</span></strong></div>
</div>
<div></div>
<div>sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11082866</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/hiburan/mulai-januari-2012smua-pengangguran-di-indonesia-digaji-oleh-pemerintah15jtbln.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mata Pelajaran Agama Untuk SMA dan MA</title>
		<link>http://dwiaris.web.id/pendidikan/standar-kompetensi-lulusan-skl-mata-pelajaran-agama-untuk-sma-dan-ma.html</link>
		<comments>http://dwiaris.web.id/pendidikan/standar-kompetensi-lulusan-skl-mata-pelajaran-agama-untuk-sma-dan-ma.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 00:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[skl agama]]></category>
		<category><![CDATA[skl agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[skl buddha]]></category>
		<category><![CDATA[skl hindu]]></category>
		<category><![CDATA[skl katholik]]></category>
		<category><![CDATA[skl mata pelajaran agama]]></category>
		<category><![CDATA[skl pai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiaris.web.id/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[ Pendidikan Agama Islam SMA/MA/SMK/MAK Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, &#8230; <a href="http://dwiaris.web.id/pendidikan/standar-kompetensi-lulusan-skl-mata-pelajaran-agama-untuk-sma-dan-ma.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong> </strong><strong>Pendidikan Agama Islam SMA/MA/SMK/MAK</strong>
<ol>
<li>Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi</li>
<li>Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna</li>
<li>Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabzir dan fitnah</li>
<li>Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam</li>
<li>Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonsia dan di dunia</li>
</ol>
</li>
<li><strong> </strong><strong>Pendidikan Agama Kristen SMA/SMK</strong>
<ol>
<li>Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial</li>
<li>Merespon berbagai bentuk kehidupan modern, perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mengacu pada ajaran Kristen</li>
<li>Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam kehidupan gereja, masyarakat dan bangsa</li>
<li>Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai sejahtera</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK</strong>
<ol>
<li>Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang <strong>pribadinya</strong> sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk bertindak secara  bertanggung jawab.</li>
<li>Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadi <strong>Yesus Kristus</strong> yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata meneladani dalam hidup sehari-hari.</li>
<li>Peserta didik dapat menguraikan    pemahaman makna <strong>Gereja,</strong> fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam hidup bergereja.</li>
<li>Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia  dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, antara lain: keadilan, kejujuran dan keutuhan lingkungan hidup.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Pendidikan Agama Hindu SMA/SMK</strong>
<ol>
<li>Memahami Atman sebagai sumber hidup, Hukum Karma dan Punarbhawa, dan ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi</li>
<li>Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala, ajaran Tat Twam Asi, Catur Warna, Catur Asrama, dan Catur Purusartha</li>
<li>Memahami tata cara persembahyangan, pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan, dan perkawinan menurut Hindu (Wiwaha)</li>
<li>Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan Smerti) sebagai sumber hukum Hindu</li>
<li>Memahami struktur, hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci</li>
<li>Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu</li>
<li>Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan hakekatnya</li>
<li>Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta</li>
<li>Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita, seni keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Pendidikan Agama Buddha SMA/SMK</strong></li>
</ol>
<ol>
<li>Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (<em>sila</em>), meditasi (<em>samadhi</em>), dan kebijaksanaan (<em>panna</em>)</li>
<li>Memiliki kemampuan untuk memahami dan meyakini hukum alam</li>
<li>Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya</li>
<li>Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran</li>
<li>Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha, Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha</li>
<li>Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah</li>
<li>Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama</li>
<li>Memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari</li>
<li>Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi</li>
</ol>
<div>itulah <strong>SKL mata pelajaran agama</strong> untuk tingkat SMA/MA</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiaris.web.id/pendidikan/standar-kompetensi-lulusan-skl-mata-pelajaran-agama-untuk-sma-dan-ma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

