Twitter Picu Perselingkuhan dan Perceraian

selingkuh-twitter

Terinspirasi dari hasil pendewasaan kemarin mengenai cyber crime dan cyber safe dimana media sosial lebih banyak memberikan efek negatif jika tidak bisa digunakan secara bijak atau digunakan oleh anak yang belum memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan tidak, atau untuk anak yang masih dalam perkembangan. Kali ini kita lihat salah satu dampak negaif dari media sosial itu.

Media sosial sekarang sangat banyak, bisa di pastikan anak sekarang memiliki lebih dari satu media sosial, untuk sementara kita btasi pada penggunaan twitter saja karena kita akan mengacu pada hasil penelitian dari Russell B. Clayton, MA seorang seorang mahasiswa di Department of Journalism, University of Missouri-Columbia, Columbia, Missouri. yang melakukan penelitian dengan judul “The Third Wheel: The Impact of Twitter Use on Relationship Infidelity and Divorce”.

Penelitian ini dilakukan pada 581 responden yang aktif di twitter,dari hasil penelitian dapat di simpulkan efek dari pengguna twitter yang aktif akan mengakibatkan hasil hubungan yang negatif.

The results from this study suggest that active Twitter use leads to greater amounts of Twitter-related conflict among romantic partners, which in turn leads to infidelity, breakup, and divorce. This indirect effect is not contingent on the length of the romantic relationship.

http://online.liebertpub.com/doi/abs/10.1089/cyber.2013.0570?journalCode=cyber

Efek dari penggunaan twitter yang semakin aktif akan memperburuk sebuah hubungan dan romantisme, mungkin dikarenakan waktu mereka yang berkurang sehingga komunikasi pun semakin berkurang. Efeknya tidak hanya konflik yang semakin sering terjadi pada akhirnya akan menuju ke perselingkuhan kemudian akan di lanjut ke perpisahan dan diakhiri dengan perceraian perceraian. Dari hasil studi menunjukan bahwa konflik yang terjadi tidak ada hubungannya dengan lamanya hubungan, baik itu untuk pasangn baru maupun pasangan lama akan mengalami efek yang sama.

Mencegah Lebih Baik

Clytin menyarankan untuk pasangan pengguna twitter sebaiknya mengurangi penggunaan jejaring sosial jika konflik sudah mulai terjadi, atau ada tanda-tanda akan timbulnya konflik, dan ada baiknya jika pasangan menggunakan jejaring sosial yang bisa di gunakan secara bersama-sama.